Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 18.34 WIB

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dokter RS Persada Hospital Bertambah, Modus Hampir Sama

Persada Hospital Kota Malang yang diduga menjadi tempat pelecehan oknum dokter AY terhadap pasiennya QAR. (Istimewa) - Image

Persada Hospital Kota Malang yang diduga menjadi tempat pelecehan oknum dokter AY terhadap pasiennya QAR. (Istimewa)

JawaPos.com - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter AY di Rumah Sakit Persada Kota Malang, masih menjadi sorotan masyarakat. Terbaru, jumlah korbannya bertambah satu orang. Kemarin, korban kedua, perempuan berinisial A, 30 tahun melaporkan dokter AY atas dugaan pelecehan seksual ke Polresta Malang, Selasa (22/4). Menyusul laporan korban pertama QAR yang sudah dibuat pada Jumat (18/4). 

"Kami dari YLBHI LBH Surabaya Pos Malang mendampingi korban dugaan pelecehan seksual fisik oleh oknum dokter yang sebelumnya sempat viral," tutur Penasihat hukum A, Tri Eva Oktaviani, Rabu (23/4). 

Eva mengatakan bahwa kliennya sudah dimintai keterangan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota, terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami A pada 2023 lalu. Eva menyatakan, rumah sakit swasta tempat dokter AY bekerja dan diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban, sama dengan kejadian serupa yang dialami oleh korban QAR. 

"Rumah sakitnya sama (RS Persada)," imbuhnya. Saat itu, oknum dokter AY memeriksa korban A di ruang IGD rumah sakit tersebut dengan posisi tirai tertutup rapat, sehingga memungkinkan orang lain tidak bisa melihat.

"AY (oknum dokter) ini posisi tidak didampingi perawat saat memeriksa korban A," tutur Eva. Saat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada A, oknum dokter AY juga tak mematuhi standar operasional prosedur (SOP). 

"Ketika menyentuh area keintiman dari korban, terduga pelaku tidak menyampaikan permohonan izin terlebih dahulu untuk memeriksa dalam area keintiman korban," terang Eva. 

Kini, YLBHI LBH Surabaya Pos Malang menghubungi rekanan psikologi untuk membantu penyembuhan trauma kliennya. Eva juga meminta kepolisian untuk memberikan pendampingan psikologis ke korban. 

"Sempat ada tawaran dari rumah sakit terkait pemulihan psikologis, tetapi korban tidak bersedia karena trauma," tutur Eva. 

Belakangan ramai diperbincangkan kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter di Kota Malang. Kasus ini mencuat usai unggahan korban pertama berinisial QAR viral di media sosial. 

Lewat Instagram pribadinya @qorry***, warga Kota Bandung ini bercerita bahwa ia berobat ke Persada Hospital pada 26-28 September 2022 karena sinusitis dan vertigo berat yang dideritanya. 

Saat menjalani perawatan, ia malah mendapat perlakuan tak mengenakkan dari oknum dokter AY. Mulai dari spam chat, menyuruh buka baju berdalih cek jantung, hingga diduga mengambil gambar bagian dada korban. 

Didampingi kuasa hukum, QAR resmi melaporkan oknum dokter AY ke Polresta Malang pada Jumat (18/4). Laporan tercatat dengan Nomor: LP/B/113/IV/2025/SPKT/Polresta Malang Kota/Polda Jawa Timur. 

Di sisi lain, pihak Persada Hospital mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara status kepegawaian oknum dokter AY. Terduga pelaku juga menjalani sidang etik di tingkat internal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore