Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 16.03 WIB

SMP Kristen Petra 1 Surabaya, Sekolah Swasta Pionir Pythaverse di Indonesia

Kepala Litbang PPPK Petra Surabaya Lianto Atmodjo (dua dari kiri), Direktur NVT Louis Fernaldy (tiga dari kanan), dan Kepala SMP Petra 1 Surabaya Yurui (tiga dari kiri) dalam launching Phytaverse. - Image

Kepala Litbang PPPK Petra Surabaya Lianto Atmodjo (dua dari kiri), Direktur NVT Louis Fernaldy (tiga dari kanan), dan Kepala SMP Petra 1 Surabaya Yurui (tiga dari kiri) dalam launching Phytaverse.

JawaPos.com – SMP Kristen Petra 1 Surabaya kembali menunjukkan langkah progresif dalam menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan zaman. Pada Senin (21/4), sekolah ini resmi meluncurkan ekstrakurikuler baru bertajuk Pythaverse. Program pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang dirancang untuk mendorong kreativitas, berpikir kritis, dan inovasi siswa sejak dini.

Peluncuran Pythaverse merupakan hasil kolaborasi antara PPPK Petra dan NVT, sebuah platform pendidikan berbasis teknologi yang dikembangkan oleh para ilmuwan muda peraih medali dari Vietnam dan Malaysia. Program ini menjadi yang pertama diterapkan di sekolah swasta Indonesia, menjadikan SMP Kristen Petra 1 sebagai pionir nasional dalam implementasi Pythaverse.

Kepala Litbang PPPK Petra Surabaya, Lianto Atmodjo, menyampaikan bahwa peluncuran ini sejalan dengan visi One Stop Learning (OSL) yang diusung oleh PPPK Petra. “Kami ingin menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler yang benar-benar menyatu dengan kebutuhan anak-anak masa kini. Bukan hanya sebagai kegiatan tambahan, tapi sebagai ruang tumbuh bagi potensi dan karakter mereka,” ujar Lianto.

Direktur NVT Louis Fernaldy (kanan) dan Kepala SMP Kristen Petra 1 Surabaya Yurui (kiri) meresmikan OSL Pythaverse. (Nadia Hanum/JawaPos.com)

Pythaverse dirancang dalam dua modul utama: Fundamental Junior untuk siswa kelas VI hingga VIII, serta Fundamental Senior untuk kelas IX hingga XII. Selama 10 bulan pembelajaran efektif, siswa akan mempelajari konsep-konsep seperti robotika, kecerdasan buatan (AI), sistem digital twin, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan proyek berbasis teknologi.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan secara tatap muka. Platform Pythaverse mengadopsi sistem blended learning, di mana siswa memiliki akun pembelajaran pribadi dan dapat mengakses materi kapan pun.

“Sistem ini memungkinkan siswa belajar mandiri hingga 70 persen dari total materi. Di sekolah, mereka akan mempraktikkan bagian-bagian yang membutuhkan bimbingan langsung, terutama terkait implementasi proyek,” jelas Louis Fernaldy, Direktur NVT yang hadir langsung dalam acara peluncuran.

Lebih lanjut, Louis menyebut bahwa pendekatan yang diusung Pythaverse tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. “Kami ingin siswa bukan sekadar tahu cara membuat teknologi, tapi memahami bagaimana teknologi bisa menjadi solusi nyata bagi tantangan di sekitar mereka,” ucapnya.

Kepala Litbang PPPK Petra Surabaya Lianto Atmodjo menekankan komitmen PPPK Petra dalam memberikan OSL (ekstrakurikuler) yang dikemas secara profesional. (Nadia Hanum/JawaPos.com)

Antusiasme siswa pun terlihat sejak sesi pertama dibuka. Sebanyak 38 siswa dari klaster Petra wilayah barat tercatat telah mendaftar sebagai peserta angkatan pertama. Mereka akan mengikuti proses pembelajaran yang berujung pada pembuatan proyek akhir berbasis STEAM, seperti smart home, smart parking, atau sistem otomatisasi sederhana.

Program ini juga menjadi tonggak awal untuk ekspansi Pythaverse ke sekolah-sekolah Petra lainnya, mulai dari Petra Manyar hingga Petra Acitya. “Target kami bukan hanya mencetak siswa cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan era digital. Inilah masa depan pendidikan,” tambah Lianto.

Dengan hadirnya Pythaverse, SMP Kristen Petra 1 Surabaya bukan hanya melengkapi ragam kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang melek teknologi, kreatif, dan berdaya saing global.

Kami merasa senang karena anak-anak dapat belajar semakin optimal. Mereka dapat mempersiapkan diri untuk menyambut masa depan yang penuh tantangan dimana era digital menuntut semuanya serba praktis dan cepat serta kita harus dapat berpikir kritis, inovatif dan kreatif. Selain itu anak-anak dapat memberi manfaat bagi banyak orang,” terang Kepala SMP Kristen Petra 1 Surabaya, Yurui.

Menurut beliau, kehadiran Pythaverse seperti gayung bersambut bagi pihak sekolah untuk melengkapi program sekolah yang membentuk anak-anak untuk dapat berpikir kritis dan juga mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi melalui projek-projek yang diberikan. Apalagi keseriusan implementasinya terlihat sejak awal melalui pembekalan yang diberikan kepada para guru yang akan mendampingi anak-anak dalam kegiatan ini, tutup Yurui.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore