Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 April 2025 | 06.32 WIB

Sejarah Kadipaten Surabaya: Dari Pusat Kekuasaan hingga Kota Metropolitan

Ilustrasi sejarah Kota Surabaya sejak masih berbentuk Kadipaten (Dok. Dimachputra/Tripadvisor) - Image

Ilustrasi sejarah Kota Surabaya sejak masih berbentuk Kadipaten (Dok. Dimachputra/Tripadvisor)

JawaPos.com - Surabaya, sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, memiliki sejarah panjang yang penuh dinamika. Jauh sebelum menjadi bagian dari Hindia Belanda, Surabaya adalah sebuah kadipaten yang berpengaruh di wilayah Jawa Timur.

Sebagai pusat perdagangan internasional dan budaya, Surabaya memainkan peran penting dalam perkembangan sosial, politik, dan ekonomi di wilayahnya.

Melalui berbagai perubahan dan tantangan sepanjang sejarahnya, Kota Surabaya telah berkembang menjadi pusat kosmopolitan dengan identitas yang kuat, mewarisi kisah tentang kepemimpinan, kebudayaan, dan perjuangan.

Melansir YouTube Bimo K.A, artikel ini akan mengungkap riwayat Surabaya, dari masa Kadipaten Surabaya hingga masa pemerintahan kolonial Belanda, dan bagaimana perjalanan panjang itu membentuk kota yang kita kenal sekarang.

1. Awal Mula Kadipaten Surabaya

Sebelum dikuasai VOC pada abad ke-18, wilayah Surabaya merupakan bagian dari Kerajaan Singasari, Majapahit, dan Kesultanan Demak. Tanggal resmi hari lahir Surabaya diakui pada 31 Mei 1293, namun sejarah mencatat bahwa peradaban Surabaya telah ada jauh sebelum itu.

Kadipaten Surabaya berkembang pesat setelah melepaskan diri dari Demak dan sempat menjadi kekuatan utama di Jawa Timur.

2. Surabaya sebagai Pusat Budaya dan Islam

Pada paruh kedua abad ke-16, Surabaya menjadi pusat budaya dan sastra Jawa-Islam. Istana Kadipaten menjadi tempat berkumpulnya para sastrawan dan ulama. Hal ini membedakannya dari pusat-pusat kekuasaan lain seperti Pajang dan Mataram.

Kedekatan Surabaya dengan tokoh penyebar Islam seperti Sunan Ampel menjadikannya kota penting dalam penyebaran ajaran Islam di Jawa.

3. Perebutan Kekuasaan dengan Kesultanan Mataram

Pada awal abad ke-17, Kadipaten Surabaya sempat memperluas pengaruhnya hingga menguasai sebagian besar wilayah Jawa Timur.

Namun, pada tahun 1625, Kadipaten ini jatuh ke tangan Mataram di bawah Sultan Agung. Sejak saat itu, Surabaya mengalami penurunan posisi politik, meskipun tetap menjadi pusat perdagangan yang penting.

4. Pemerintahan Ganda: Kasepuhan dan Kanoman

Salah satu keunikan sejarah Kabupaten Surabaya pada masa kolonial adalah keberadaan dua bupati yang memerintah secara bersamaan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore