
Kawasan permukiman elite di Gresik. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tidak dipungkiri, kepadatan penduduk di Surabaya membuat sebagian masyarakat memilih tinggal di Gresik. Hal itu terlihat dari laju pertumbuhan penduduk di wilayah selatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain persoalan itu, para pengusaha perumahan pun turut membidik wilayah Kota Pudak. Ketersediaan lahan yang masih luas membuat harga jual hunian terjangkau.
Eko, warga perumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, adalah salah satu dari puluhan ribu orang yang memilih tinggal di Gresik. Meski status pekerjaan merupakan pekerja di Surabaya, ia sudah beberapa tahun domisili di Kota Pudak.
Dirinya baru memutuskan pindah identitas pada tahun 2024. "Sejak tahun lalu sudah berganti KTP Gresik," ucapnya.
Atmojo Prayogo juga demikian. Ia bersama keluarga memilih tinggal di Kecamatan Menganti sudah lebih dari lima tahun. Bedanya, hanya istri Prayogo yang bekerja di Surabaya.
Pendatang dari Jawa Tengah ini memilih tinggal di Menganti karena harga tanah yang lebih miring. Namun, setiap harinya banyak aktivitas yang ia lakukan di Surabaya. "Anak sekolah di Surabaya, les juga di sana. Jadi saya kerja di Gresik, istri kerja di Surabaya, dan anak sekolah di Surabaya. Tiap hari saya wira-wiri antar ke Surabaya," ujarnya.
Menurutnya, tinggal di Menganti tidak jauh berbeda dengan Surabaya. Jaraknya tidak terpaut jauh. "Baru pindah KTP Gresik tahun lalu meski sudah lama tinggal di Gresik," ujarnya.
Kepindahan Prayogo tidak lain setelah kelahiran anak keduanya. Ia juga mengurus akta kelahiran agar beralamat di Gresik. "Tahun lalu sudah ngurus dan langsung jadi," katanya.
Gresik selatan yang menjadi jujukan alternatif hunian juga dirasakan para pengusaha perumahan. Manajer Marketing Citraland City Kedamean, David Adhianto, mengatakan bahwa Cluster Havel yang diluncurkan tahun 2022 dan Cluster Charlotte pada 2023 telah terjual 560 unit, didominasi pembeli dari Surabaya. Mayoritas pembeli berstatus sebagai karyawan berusia 30-40 tahun.
Menurutnya, meski pembeli kebanyakan dari Surabaya, pembeli asal Gresik juga tidak kalah banyak. "Adanya dukungan akses jalan seperti tol hingga pelebaran Jalan Bringkang cukup menarik para calon pembeli," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
