Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 16.03 WIB

Gresik Makin Dilirik, Kepindahan Penduduk Meningkat Walau Warganya Kerja di Surabaya

Kawasan permukiman elite di Gresik. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

Kawasan permukiman elite di Gresik. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com -  Tidak dipungkiri, kepadatan penduduk di Surabaya membuat sebagian masyarakat memilih tinggal di Gresik. Hal itu terlihat dari laju pertumbuhan penduduk di wilayah selatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain persoalan itu, para pengusaha perumahan pun turut membidik wilayah Kota Pudak. Ketersediaan lahan yang masih luas membuat harga jual hunian terjangkau.

Eko, warga perumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, adalah salah satu dari puluhan ribu orang yang memilih tinggal di Gresik. Meski status pekerjaan merupakan pekerja di Surabaya, ia sudah beberapa tahun domisili di Kota Pudak.

Dirinya baru memutuskan pindah identitas pada tahun 2024. "Sejak tahun lalu sudah berganti KTP Gresik," ucapnya.

Atmojo Prayogo juga demikian. Ia bersama keluarga memilih tinggal di Kecamatan Menganti sudah lebih dari lima tahun. Bedanya, hanya istri Prayogo yang bekerja di Surabaya.

Pendatang dari Jawa Tengah ini memilih tinggal di Menganti karena harga tanah yang lebih miring. Namun, setiap harinya banyak aktivitas yang ia lakukan di Surabaya. "Anak sekolah di Surabaya, les juga di sana. Jadi saya kerja di Gresik, istri kerja di Surabaya, dan anak sekolah di Surabaya. Tiap hari saya wira-wiri antar ke Surabaya," ujarnya.

Menurutnya, tinggal di Menganti tidak jauh berbeda dengan Surabaya. Jaraknya tidak terpaut jauh. "Baru pindah KTP Gresik tahun lalu meski sudah lama tinggal di Gresik," ujarnya.

Kepindahan Prayogo tidak lain setelah kelahiran anak keduanya. Ia juga mengurus akta kelahiran agar beralamat di Gresik. "Tahun lalu sudah ngurus dan langsung jadi," katanya.

Gresik selatan yang menjadi jujukan alternatif hunian juga dirasakan para pengusaha perumahan. Manajer Marketing Citraland City Kedamean, David Adhianto, mengatakan bahwa Cluster Havel yang diluncurkan tahun 2022 dan Cluster Charlotte pada 2023 telah terjual 560 unit, didominasi pembeli dari Surabaya. Mayoritas pembeli berstatus sebagai karyawan berusia 30-40 tahun.

Menurutnya, meski pembeli kebanyakan dari Surabaya, pembeli asal Gresik juga tidak kalah banyak. "Adanya dukungan akses jalan seperti tol hingga pelebaran Jalan Bringkang cukup menarik para calon pembeli," ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore