
Ilustrasi judi online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com–Pakar Psikologi Sosial Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Andik Matulessy menyatakan, angka pengguna judi online (judol) dalam dua tahun terakhir meningkat. Salah satunya dipicu karena kemudahan dalam mengakses situs maupun aplikasi judol.
“Akses untuk judol sangatlah mudah dan bisa dilakukan setiap waktu. Hal ini mendorong rasa ingin tahu dan mencoba dari para pengguna,” terang Andik Matulessy.
Tahap awal itu bakal berlanjut ke tahap berikutnya yaitu menggemari judol. Fase tersebut akan menyeret si pengguna judol ke tahap selanjutnya. Yaitu perilaku berulang-ulang.
“Perilaku judi dilakukan berulang-ulang maka akan jadi kebiasaan yang sulit dilakukan. Sehingga muncul adiksi atau kecanduan,” imbuh Andik Matulessy.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Unair Prof. Suryanto menuturkan, kecanduan bisa timbul akibat adanya ilusi pengendalian. Bayangan semu tersebut menghinggapi para pengguna judol seolah-olah bisa mengatur jalannya permainan.
"Menjadi semacam harapan semu di tengah keterbatasan ekonomi. Dari sarana melepas stres, judol bisa bermetamorfosis menjadi adiksi," ungkap Suryanto.
“Ditambah kemudahan transaksi untuk mendapatkan uang hanya menggunakan handphone,” papar dia.
Selain kemudahan akses, ilusi mendapatkan uang secara mudah juga menjadi pendongkrak dari maraknya kecanduan judol di tengah masyarakat. Suryanto menambahkan bahwa masyarakat modern mengidap fenomena jalan pintas untuk mendapatkan kesenangan.
Dalam tataran adiksi, maka judol bisa membawa dampak buruk bagi para pengguna. Mulai dari lebih mementingkan bermain judi daripada kebutuhan diri sendiri maupun kebutuhan keluarga.
“Bisa berakibat menumpuk utang pada lingkungan sekitar. Lebih jauh bisa mengakibatkan kriminalitas,” tutur Suryanto.
Kondisi tersebut salah satunya dialami CW, 23. Warga Kemayoran, Krembangan, tersebut diamankan Polsek Tegalsari karena kedapatan mencuri dua karung beras 5 kg pada Maret lalu di salah satu rumah makan di Jalan Pasar Kembang. Hasil keuntungan dari penjualan beras lantas dipergunakan untuk bermain judol.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
