
Demo Tolak UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Senin (24/3). (Novia Herawati/ JawaPos.com).
JawaPos.com - Demo Tolak Undang-Undang (UU) TNI yang dilakukan oleh ribuan masyarakat sipil di depan Gedung Negara Grahadi pada Senin (24/3) berakhir ricuh. Sejumlah fasilitas umum disekitar lokasi mengalami kerusakan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) akan segera memperbaiki fasilitas umum (fasum) yang mengalami kerusakan akibat unjuk rasa.
"Nanti kita lihat, posisi itu, kalau pun (rusak) akan kita perbaiki. Bagaimanapun itu ungkapan perasaan teman-teman kemarin, mungkin tidak terkontrol akhirnya sampai merusak begitu," ujar Eri ditemui di Balai Kota Surabaya, Selasa (25/3).
Di sini, Eri tidak menyalahkan pihak mana pun. Ia memahami bahwa ketegangan antara demonstran dan aparat penegak hukum terjadi secara spontan. Kerusakan fasum mungkin terjadi akibat luapan emosi kedua pihak.
"Jadi nanti kita akan perbaiki, tetapi saya berharap ke depan, jika ada hal-hal apapun itu, ya kita harus menahan diri, tidak merusak fasilitas umum. Ini milik masyarakat Surabaya," imbuhnya.
Politikus yang akrab disapa Cak Eri itu berharap insiden unjuk rasa Senin kemarin bisa menjadi pelajaran bersama. Semua bisa menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka, karena itu dilindungi oleh undang-undang.
“Ini menjadi pembelajaran, semoga nanti, karena kita negara demokrasi, ke depan tidak merusak fasilitas umum di Kota Surabaya. Sehingga tidak memberikan dampak kerusakan yang akhirnya kita memperbaiki,” seru Eri Cahyadi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menuturkan bahwa sejumlah fasum rusak setelah Aksi Tolak UU TNI. Terutama di Taman Apsari yang mengalami kerusakan parah.
"Jadi yang jelas rusak karena aksi demo kemarin adalah Taman Apsari. Ada beberapa properti taman, seperti lampu yang rusak terinjak-injak sebab posisinya di bawah, jadi ada yang rusak," ujar Dedik.
Selain lampu taman, rumput yang baru saja direvitalisasi di Taman Apsari juga mengalami kerusakan karena terinjak-injak oleh massa aksi. Bollard (bola-bola pembatas jalan) di tepi Jalan Pemuda juga rusak akibat dorongan massa. (*)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
