
Demo Tolak UU TNI di Surabaya Ricuh! Polisi Tembak Water Cannon, Massa Lempar Bom Molotov. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kericuhan mewarnai jalannya demo Tolak UU TNI di Depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3). Aparat kepolisian menembakkan meriam air (water canon) untuk membubarkan massa aksi.
Alih-alih bubar, massa aksi yang kompak mengenakan pakaian serba hitam itu malah tidak bergeming. Mereka tetap melempari aparat dengan benda-benda di sekitarnya ke dalam gedung Grahadi.
Mulai dari melemparkan botol minuman, batu, kardus, batu bata, kayu, hingga pot bunga. Mereka juga beberapa kali melempar petasan dan bom molotov ke dalam gedung Grahadi Surabaya.
Aparat kepolisian mulanya memberikan peringatan secara lisan. Namun diabaikan oleh massa aksi. Semburan meriam air atau water cannon pun mendarat tepat di tengah-tengah massa yang sedang sibuk melempar benda.
Tampak, sebagian massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil itu kocar-kacir berlarian mundur untuk menghindari tembakan air. Sebagiannya lagi tetap berada di barisan depan, mencoba menjebol kawat berduri.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair), Aulia Thaariq Akbar mengatakan aksi demonstrasi kali ini bertajuk Seruan Aksi Surabaya Menggugat, Tolak UU TNI, Tolak Dwifungsi ABRI.
“Kami melebur bersama elemen sipil untuk menyuarakan penolakan, yang sebelumnya juga sudah dilakukan (Di aksi kamisan) kemarin,” ujar Aulia Thaariq yang juga Ketua BEM SI Jawa Timur, Senin (24/3).
Menurutnya, UU TNI yang baru disahkan memungkinkan prajurit militer untuk kembali ke sektor sipil, yang dikhawatirkan dapat membahayakan demokrasi yang telah diperjuangkan selama ini.
Ada 8 tuntutan yang dibawa, yakni Tolak Revisi Undang-Undang (UU) TNI, Tolak Perluasan Fungsi TNI dalam Ranah Sipil, Tolak Penambahan Kewenangan TNI dalam Ranah Operasi Militer Selain Perang, Terutama Di Ranah Siber.
Kemudian Bubarkan Komando Teritorial, Tarik Seluruh Militer Dari Tanah Papua, Kembalikan TNI ke Barak, Revisi Undang-undang Peradilan Militer Untuk Menghapus Impunitas Di Tubuh TNI, dan Copot TNI Aktif di Jabatan Sipil.
Hingga kini, massa masih memadati Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Hanya saja, aksi Tolak UU TNI berhenti sejenak untuk berbuka dan sholat maghrib. Jeda ini ditandai dengan perwakilan aparat bersalaman dengan perwakilan massa aksi. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
