Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 04.09 WIB

Siaga Lebaran 2025: Basarnas Kerahkan Helikopter, Kapal Cepat, hingga Drone Thermal, Antisipasi Kondisi Darurat

Basarnas siagakan perahu karet mengantisipasi kecelakaan di laut dan perairan sekitar Jawa Timur. (Basarnas) - Image

Basarnas siagakan perahu karet mengantisipasi kecelakaan di laut dan perairan sekitar Jawa Timur. (Basarnas)

JawaPos.com–Menjelang arus mudik dan balik Lebaran, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyiagakan personel serta berbagai alat utama (Alut) SAR di wilayah Jawa Timur. Helikopter SAR, kapal cepat, hingga drone thermal, dikerahkan guna mengantisipasi berbagai potensi kecelakaan dan situasi darurat selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit secara resmi melepas tim siaga dalam apel di kantor Basarnas Surabaya pada Jumat (21/3). Kesiapan personel dan peralatan ini adalah langkah proaktif untuk memastikan keamanan selama musim mudik.

”Kami telah menyiapkan tim siaga dengan berbagai peralatan dan armada yang siap bergerak cepat dalam kondisi darurat. Ini adalah bagian dari komitmen Basarnas untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat selama masa Lebaran,” ujar Nanang.

Untuk mendukung operasi siaga ini, Basarnas telah menyiapkan berbagai kendaraan dan alat pendukung. Di darat, tim SAR diperkuat dengan rescue truck, rescue car, truk pengangkut personel, ATV Beach Patrol, dua unit spider excavator, serta motor trail yang akan digunakan untuk patroli dan evakuasi jika diperlukan.

Di wilayah perairan, tiga unit Kapal Negara (KN) SAR, tiga unit kapal cepat (RIB), satu unit RBB, satu unit jetski, serta beberapa perahu jukung dan perahu karet juga disiagakan untuk mengantisipasi kecelakaan di laut dan perairan sekitar Jawa Timur.

Basarnas juga memanfaatkan teknologi canggih untuk memantau kondisi dari udara. Satu unit helikopter SAR jenis Dauphin ditempatkan di Skuadron 400 Wing Udara II Juanda. Dua unit drone thermal digunakan untuk pemantauan dari ketinggian guna mendeteksi potensi bahaya di area yang sulit dijangkau.

”Kami tidak hanya mengandalkan patroli darat dan laut, tetapi juga pemantauan udara dengan drone thermal untuk memastikan respons cepat dalam keadaan darurat,” jelas Nanang.

Basarnas memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran, yakni Jumat (28/3). Sementara puncak arus balik diprediksi pada H+5 Lebaran, yaitu Minggu (6/4). Tim SAR ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti bandara, pelabuhan, ruas jalan tol, dan tempat wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung.

Selain menyiagakan personel di kantor SAR dan posko mandiri, tim SAR Surabaya juga akan bergabung dengan berbagai instansi lain dalam posko terpadu di Bandara Internasional Juanda, Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak, serta titik-titik strategis lain. Basarnas juga telah menjalin koordinasi erat dengan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, ASDP, pengelola jalan tol, rumah sakit rujukan, serta organisasi relawan untuk memastikan sinergi dalam operasi penyelamatan.

”Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Keselamatan masyarakat selama arus mudik dan balik adalah prioritas utama kami,” tegas Nanang.

Dengan kesiapan ini, Basarnas berharap masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasa lebih aman dan mendapatkan bantuan dengan cepat jika menghadapi situasi darurat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore