
Ilustrasi pembunuhan.
JawaPos.com - Misteri penyebab tewasnya Abdul Kadir, tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, terkuak. Warga Kapas Madya itu dianiaya tahanan lain. Berdasar penyelidikan, terdapat 13 tahanan lain yang mengeroyok pria 45 tahun tersebut.
Fakta itu diperoleh pihak keluarga setelah menemui penyidik di Polda Jatim Selasa (9/5). Menurut Taufik, pengacara pihak keluarga, empat polisi juga menjadi terperiksa pelanggar disiplin.
’’Kabidpropam tadi menyampaikan ada dugaan kelalaian sehingga penganiayaan terjadi,” ujarnya.
Taufik menuturkan, belasan tahanan itu tengah diproses hukum. Mereka tidak hanya dijerat perkara awal. Namun, juga penganiayaan yang dilakukan.
’’Ditangani Jatanras Polda Jatim. Yang empat oknum diperiksa bidang propam,” jelasnya.
Sitiyah, istri korban, meminta semua pihak yang terlibat diusut tuntas. Tidak terkecuali oknum polisi.
’’Kasusnya ini tidak main-main karena menyangkut nyawa,” ungkapnya. Ibu dua anak tersebut berharap sanksi bagi oknum yang bersalah bukan hanya hukuman internal. Melainkan juga proses pidana dan pemecatan.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto secara terpisah menyampaikan, motif penganiayaan terhadap korban masih didalami. Yang pasti, perkara itu diproses sesuai prosedur.
’’Unsur penganiayaan sudah terbukti,” tuturnya.
Dirmanto menambahkan, empat oknum yang terseret kasus itu terdiri atas 1 perwira dan 3 bintara. Hasil penyelidikan awal belum menunjukkan keterlibatan langsung. Tetapi, mereka lalai dalam mengawasi tahanan.
Menurut dia, keempatnya sudah pasti mendapat hukuman sebagai penanggung jawab tahanan. Namun, kepastian sanksinya perlu menunggu hasil pemeriksaan. ’’Nanti disampaikan kembali untuk perkembangannya,” ungkapnya.
Disinggung dampak kejadian itu ke Kapolres, dia memilih jawaban diplomatis. Dirmanto menyatakan, semua bergantung pada pemeriksaan yang sedang berjalan. ’’Yang pasti, sementara empat oknum itu masih diperiksa,” tandasnya. (edi/c7/may)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
