Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 21.10 WIB

Walkot Eri Cahyadi Akui Lahan Makam di Surabaya Hampir Habis: Tak Ada Pilihan Selain Tumpang

Ilustrasi Tempat Pemakaman Umum di Surabaya yang semakin penuh. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Ilustrasi Tempat Pemakaman Umum di Surabaya yang semakin penuh. (Dokumentasi Jawa Pos)


JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengakui bahwa lahan makam di Kota Pahlawan semakin menipis. Dari 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dimiliki pemerintah kota, hampir semuanya penuh.

"Iya penuh, (TPU) Babat Jerawat ya penuh. Keputih penuh kurang dikit," tutur Eri kepada JawaPos.com, Minggu (9/3). Kondisi ini menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera mencari solusi konkret.

Sistem tumpang pun menjadi langkah darurat untuk menangani lahan makam yang kian terbatas. Tidak sedikit warga Surabaya yang terpaksa menumpuk jenazah keluarga dalam satu liang lahad.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Geram Bantaran Sungai Cikeas dan Cileungsi Berubah jadi Perumahan, Bakal Lapor Menteri ATR/BPN

"Ya memang terpaksa tumpang tindih kalau tidak ada lahan, karena jumlah kita (penduduk Surabaya) terlalu banyak. Ya nanti kan berbagi. Jadi tidak kita biarkan satu jenazah satu makam terus, gak nututi (gak cukup)," imbuhnya.

Adapun 13 TPU milik Pemkot Surabaya, adalah
TPU Keputih, TPU Babat Jerawat, TPU Kembang Kuning, TPU Putat Gede, TPU Simo Kwagean, TPU Kalianak, TPU Asemjajar, TPU Karang Tembok.

Kemudian TPU Wonokusumo Kidul, TPU Kapas Krampung, TPU Tembok Gede, TPU Ngagel Rejo, dan TPU Belanda Peneleh. Pemkot Surabaya juga punya satu tempat krematorium di Keputih, Kecamatan Sukolilo.

Menurut Eri, keterbatasan lahan makam di Surabaya terjadi karena minimnya perhatian bersama. Banyak pihak yang berbondong-bondong membangun perumahan, tetapi tidak menyediakan area pemakaman.

"Kalau dia punya tanah kaplingan, itu seharusnya juga menghitung berapa makam yang disediakan. Selama ini kan gak dihitung meskipun punya kewajiban. Akhirnya (makam) penuh semua, terus mau ke mana?" seru Eri. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto bahwa Pemkot Surabaya menuturkan bahwa di TPU Babat Jerawat, TPU Ngagel Rejo, dan beberapa makam milik pemerintah sudah penuh.

"Iya sudah penuh, tetapi selama masih ada izin dari keluarga, bisa dilakukan sistem tumpang. (Di TPU Surabaya) ada yang sampai tumpang tiga, tumpang empat, kan secara agama juga diperbolehkan," tandas Didik.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore