Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 03.01 WIB

Jalan Ahmad Yani hingga Darmo Rawan Pohon Tumbang, DLH Surabaya Lakukan Perantingan

Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Darmo, masuk dalam kategori rawan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Karena itu, DLH lakukan upaya perantingan. (Riana Setiawan / Jawa Pos) - Image

Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Darmo, masuk dalam kategori rawan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Karena itu, DLH lakukan upaya perantingan. (Riana Setiawan / Jawa Pos)

JawaPos.com – Sejumlah ruas jalan utama di Surabaya, khususnya Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Darmo, masuk dalam kategori rawan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
 
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi belakangan ini meningkatkan risiko dahan patah atau pohon roboh di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mulai melakukan perantingan dan pemangkasan pohon di sepanjang jalur tersebut.
 
Berdasarkan pantauan JawaPos.com di lapangan, beberapa pohon di Jalan Ahmad Yani, terutama di sekitar RS Bhayangkara hingga Royal Plaza, memiliki cabang yang menjuntai ke jalan dengan daun rimbun dan dahan berat.
 
 
Sementara di Jalan Darmo, pohon-pohon tua di sekitar Taman Bungkul hingga perempatan Polisi Istimewa juga tampak memiliki ranting yang mulai rapuh. Saat hujan turun, ranting-ranting kecil berguguran, meningkatkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.
 
Kondisi ini membuat beberapa warga resah. Arif, seorang pengendara motor yang sering melintas di Jalan Ahmad Yani, mengaku khawatir jika ada dahan yang tiba-tiba patah saat hujan deras. “Beberapa kali saya melihat ranting jatuh ke jalan. Kalau sampai menimpa kendaraan, bisa berbahaya,” ujarnya. 
 
Hal serupa juga diungkapkan Rina Anggreini, warga Wonokromo, yang pernah menyaksikan insiden pohon tumbang di perempatan Darmo beberapa bulan lalu. “Waktu itu ada pengendara motor yang tertimpa dahan besar. Korbannya luka-luka dan langsung dibantu warga,” kenangnya.
 
Menanggapi hal ini, Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan serta pemangkasan pohon di jalur-jalur protokol yang rawan.
 
 
“Kami rutin melakukan perantingan untuk mengurangi risiko pohon tumbang. Jika ditemukan pohon yang kurang sehat atau berbahaya, kami akan segera menebangnya,” kata Dedik kepada JawaPos.com, Kamis (6/4).
 
Selain pemangkasan, DLH juga berencana mengganti beberapa jenis pohon di Surabaya, khususnya angsana, yang dinilai berisiko tinggi tumbang saat cuaca buruk.
 
“Kami akan mengganti dengan jenis pohon yang lebih aman dan tidak merusak trotoar. Ini dilakukan bertahap agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga, tetapi juga memastikan keselamatan warga,” tambahnya. Selain itu, DLH berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Perhubungan untuk menangani pohon tumbang dengan cepat agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
 
 
Dedik juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan pohon yang berisiko tumbang. “Jika ada pohon dengan dahan terlalu panjang atau batang yang mulai rapuh, segera laporkan ke DLH. Kami memiliki tim yang siap merespons dan menindaklanjuti laporan tersebut secepatnya,” tegasnya.
 
Dengan langkah ini, diharapkan potensi bahaya akibat pohon tumbang bisa diminimalisir, terutama di jalur-jalur yang sering dilalui kendaraan dan pejalan kaki.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore