Aksi
JawaPos.com - Beredar luas video tindakan represif aparat kepolisian. Kejadian tersebut diketahui terjadi dalam aksi demonstrasi 'Indonesia Gelap' di depan gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (17/2) lalu.
Dalam video berdurasi 23 detik itu, seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya diamankan ke dalam gedung. Lalu dari arah belakang, seorang anggota polisi terlihat memukuli kepala dan wajah si mahasiswa.
Tidak lama setelah viral di media sosial, Divisi Propam Polri angkat bicara terkait tindakan represif yang dilakukan anggota polisi. Hal itu disampaikan dalam sebuah unggahan di akun X resminya @Divpropam.
"Kami ingin menginformasikan bahwa Bidpropam Polda Jatim sudah melakukan pemeriksaan terhadap Aipu YT, dengan hasil yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran," tulisnya pada Rabu (19/2).
Dalam unggahan yang sama, Divpropam Polri menerangkan bahwa saat ini, berkas pemeriksaan Aiptu YT sudah dilimpahkan ke Siepropam Polrestabes Surabaya untuk proses lebih lanjut.
"Polri berkomitmen untuk bersikap profesional dan menindak setiap pelanggaran yang terjadi. Kami juga menghargai peran serta masyarakat dalam mengawasi kinerja kepolisian," tutup unggahan tersebut.
Terpisah, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Nainggolan mengatakan bahwa Aiptu YT yang merupakan anggota Unit Binmas Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya, sedang menjalani pemeriksaan.
"Masih proses (pemeriksaan)," sahut AKP Rina singkat kepada JawaPos.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/2).
Sebelumnya, pengalaman pahit dialami seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berinisial NZR. Ia mengaku mendapat kekerasan dari aparat saat mengikuti aksi 'Indonesia Gelap' di Surabaya, Senin (17/2) kemarin.
Kekerasan terjadi saat aparat kepolisian menembakkan meriam air (water cannon) dari dalam gedung DPRD, yang membuat suasana semakin ricuh. Massa aksi dengan aparat pun saling bersitegang.
NZR yang saat itu berhadapan dengan Provos karena sedang melakukan upaya negosiasi, tiba-tiba ditarik oleh oknum aparat dan dibawa ke dalam barikade polisi. Di sana, NZR dipukuli sampai memar di beberapa tubuhnya.
"Di situ saya ditendang, diinjak-injak, ditendang kemaluan saya, perut saya, kepala saya, semua memar. Kemudian saya diselamatkan beberapa polisi lain dan dibawa ke teras depan lobby," ucap NZR kepada JawaPos.com, Selasa (18/2).
Kurang lebih satu setengah jam NZR diamankan dan diinterogasi aparat kepolisian di dalam gedung DPRD Jawa Timur. Aparat menanyai NZR tentang alamat KTP, informasi pribadi, perkuliahan, dan sebagainya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
