Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2023 | 22.33 WIB

Momen Warga Surabaya Menyaksikan Gerhana Matahari di Akhir Ramadan

PENGAMATAN SEDERHANA: Miftahudin Azmi memberikan penjelasan kepada putrinya cara mengamati gerhana matahari yang baik dan aman. - Image

PENGAMATAN SEDERHANA: Miftahudin Azmi memberikan penjelasan kepada putrinya cara mengamati gerhana matahari yang baik dan aman.

JawaPos.com - Aktivitas di Masjid Al Akbar Kamis (20/4) pagi berbeda. Selain melaksanakan salat Gerhana Matahari, beberapa pengunjung berkumpul di pelataran. Mereka menyaksikan fenomena alam itu dengan berbagai cara. Salah satunya, membawa kacamata khusus buatan sendiri.

Miftahudin Azmi dan dua anaknya sengaja datang ke Masjid Al Akbar sejak pagi. Selain mengikuti salat Gerhana Matahari hybrid, dia sengaja membawa kacamata khusus untuk melihat gerhana.

Tak jarang, Azmi juga memberikan edukasi ke pengunjung lain. ’’Ngerti gitu saya bawa kacamata banyak,’’ ucap dosen ilmu falak UIN Malang itu.

Kacamata khusus yang dibawanya pun dipinjamkan ke pengunjung lain. Terutama mereka yang ingin menyaksikan fenomena alam itu secara langsung. Menurut Azmi, dirinya mengira Masjid Al Akbar menyediakan teropong teleskop sebagaimana sebelumnya.

’’Kalau tahu nggak ada, saya bisa bawa teropong dari Malang,’’ ucapnya, lantas tersenyum.

Gerhana matahari kemarin pagi bisa dilihat di Surabaya. Durasi waktunya pun cukup lama meski tidak terlihat secara total. Setidaknya masyarakat bisa melihat bagian separo matahari yang tertutup bulan.

’’Ada sekitar 1.500 jemaah yang ikut salat Gerhana Matahari,’’ kata Humas Masjid Al Akbar Helmy M. Noor.

Helmy menuturkan, pihaknya tidak menyediakan teropong teleskop seperti sebelumnya karena beberapa faktor. Salah satunya, teropong tersebut sudah dibawa tim falakiah untuk persiapan memantau hilal.

Sebagai gantinya, empat layar besar ditampilkan secara real time untuk melihat pergerakan gerhana matahari hybrid.

Dengan begitu, jemaah bisa melihat secara langsung fenomena itu dari berbagai wilayah di Indonesia. Menurut dia, peristiwa gerhana tersebut sangat menarik karena bertepatan dengan akhir Ramadan.

Beberapa jemaah yang semalam beriktikaf juga sampai tidak pulang menunggu salat Gerhana Matahari. Bahkan, sampai ada yang sengaja membawa kasur lipat.

’’Fenomena ini makin membuat orang iktikaf lebih khusyuk,’’ ujarnya.

Mengenai salat Idul Fitri di Al Akbar, kata Helmy, tahun ini ada yang menarik. Sebab, Gereja Katolik Sakramen Mahakudus menyiapkan halaman untuk parkir jemaah salat Idul Fitri. Mengingat, semua area Masjid Al Akbar digunakan untuk salat sehingga parkir kendaraan di luar. Dia memprediksi ada 60 ribu orang yang hadir untuk salat Id. (omy/c7/git)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore