
PENGAMATAN SEDERHANA: Miftahudin Azmi memberikan penjelasan kepada putrinya cara mengamati gerhana matahari yang baik dan aman.
JawaPos.com - Aktivitas di Masjid Al Akbar Kamis (20/4) pagi berbeda. Selain melaksanakan salat Gerhana Matahari, beberapa pengunjung berkumpul di pelataran. Mereka menyaksikan fenomena alam itu dengan berbagai cara. Salah satunya, membawa kacamata khusus buatan sendiri.
Miftahudin Azmi dan dua anaknya sengaja datang ke Masjid Al Akbar sejak pagi. Selain mengikuti salat Gerhana Matahari hybrid, dia sengaja membawa kacamata khusus untuk melihat gerhana.
Tak jarang, Azmi juga memberikan edukasi ke pengunjung lain. ’’Ngerti gitu saya bawa kacamata banyak,’’ ucap dosen ilmu falak UIN Malang itu.
Kacamata khusus yang dibawanya pun dipinjamkan ke pengunjung lain. Terutama mereka yang ingin menyaksikan fenomena alam itu secara langsung. Menurut Azmi, dirinya mengira Masjid Al Akbar menyediakan teropong teleskop sebagaimana sebelumnya.
’’Kalau tahu nggak ada, saya bisa bawa teropong dari Malang,’’ ucapnya, lantas tersenyum.
Gerhana matahari kemarin pagi bisa dilihat di Surabaya. Durasi waktunya pun cukup lama meski tidak terlihat secara total. Setidaknya masyarakat bisa melihat bagian separo matahari yang tertutup bulan.
’’Ada sekitar 1.500 jemaah yang ikut salat Gerhana Matahari,’’ kata Humas Masjid Al Akbar Helmy M. Noor.
Helmy menuturkan, pihaknya tidak menyediakan teropong teleskop seperti sebelumnya karena beberapa faktor. Salah satunya, teropong tersebut sudah dibawa tim falakiah untuk persiapan memantau hilal.
Sebagai gantinya, empat layar besar ditampilkan secara real time untuk melihat pergerakan gerhana matahari hybrid.
Dengan begitu, jemaah bisa melihat secara langsung fenomena itu dari berbagai wilayah di Indonesia. Menurut dia, peristiwa gerhana tersebut sangat menarik karena bertepatan dengan akhir Ramadan.
Beberapa jemaah yang semalam beriktikaf juga sampai tidak pulang menunggu salat Gerhana Matahari. Bahkan, sampai ada yang sengaja membawa kasur lipat.
’’Fenomena ini makin membuat orang iktikaf lebih khusyuk,’’ ujarnya.
Mengenai salat Idul Fitri di Al Akbar, kata Helmy, tahun ini ada yang menarik. Sebab, Gereja Katolik Sakramen Mahakudus menyiapkan halaman untuk parkir jemaah salat Idul Fitri. Mengingat, semua area Masjid Al Akbar digunakan untuk salat sehingga parkir kendaraan di luar. Dia memprediksi ada 60 ribu orang yang hadir untuk salat Id. (omy/c7/git)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
