Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 20.19 WIB

Soal Zakat untuk Makan Bergizi Gratis, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi: Tak Masalah, Tapi Tunggu Fatwa Ulama!

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan RSUD Surabaya Selatan yang akan dibangun tahun ini punya layanan Trauma Center. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan RSUD Surabaya Selatan yang akan dibangun tahun ini punya layanan Trauma Center. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Masyarakat Indonesia belakangan ini dihebohkan dengan wacana Makan Bergizi Gratis (MBG) didanai uang zakat, yang digulirkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin.

Penerapan zakat untuk Makan Bergizi Gratis, dinilai Sultan, dapat membantu keterbatasan anggaran pemerintah. Sekaligus menjadi upaya masyarakat agar bisa terlibat dalam pembiayaan program unggulan Presiden Prabowo.

Menanggapi kabar tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku tidak mempermasalahkan bagaimana skema pembiayaan yang diterapkan untuk Makan Bergizi Gratis. Termasuk melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

"Kalau saya, mau lewat Baznas, mau lewat APBD, saya setuju, yang penting dibuat untuk masyarakat Surabaya, yang penting meningkatkan kemampuan anak-anak Surabaya," tutur Eri di Surabaya, Rabu (22/1).

Menurutnya, selain diperuntukkan untuk fakir miskin dan kaum dhuafa, zakat juga digunakan untuk menggerakkan ekonomi hingga mengentaskan kemiskinan di daerah masing-masing.

Meski begitu, diperbolehkan atau tidaknya zakat untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menunggu bagaimana keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Nanti fatwa MUI, fatwa para kiai seperti apa, kita jalankan. Kalau mereka mengatakan Baznas diperbolehkan (zakat untuk Makan Bergizi Gratis) ya gapapa. Kita tunggu saja nanti," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menggelontorkan dana sekitar Rp 71 Triliun untuk program Makan Bergizi Gratis 2025. Targetnya, dana itu bisa untuk menjangkau 17,5 Juta penerima manfaat hingga Desember 2025 mendatang (bertahap).

Namu, anggaran Makan Bergizi Gratis yang beredar dinilai tidak cukup oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Ia lantas mengusulkan zakat masyarakat untuk membiayai program yang disebut-sebut bisa menyelesaikan stunting.

"Bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum terlibat di program Makan Bergizi Gratis. Saya kemarin juga berpikir, kenapa tidak zakat kita yang luar biasa besarnya juga kita libatkan untuk program ini?" tuturnya baru-baru ini. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore