Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 02.56 WIB

HMPV Merebak di Tiongkok, Pemkot Surabaya Siaga dengan Perketat Pintu Masuk Pelabuhan dan Bandara

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)

 
 
JawaPos.com - Human Metapneumovirus (HMPV) saat ini tengah menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, wabah yang menyerang sistem pernapasan itu sudah menyebar luas di Tiongkok itu disebut-sebut mirip Covid-19.
 
 
Melansir dari website resmi Kemenkes, gejala pasien yang terserang HMPV serupa flu biasa, seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Namun pada kasus berat, bisa menyebabkan bronkitis dan pneumonia.
 
Kabar merebaknya wabah HMPV pun membuat masyarakat Indonesia ketar-ketir. Langkah-langkah antisipasi pun mulai dilakukan oleh pemerintah. Misalnya pembatasan masyarakat yang hendak keluar dan masuk Tiongkok.
 
Langkah mitigasi terhadap potensi penyebaran wabah HMPV juga dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Yakni dengan cara melakukan pengawasan ketat di pintu masuk internasional, seperti bandara dan pelabuhan.
 
"Di setiap (pintu) masuk ada pemeriksaan kesehatan, terutama orang yang dari Tiongkok. Saya berharap dengan pemeriksaan kesehatan, insyaallah Surabaya masih bisa terjaga," ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (6/1).
 
Selain pengetatan di pintu masuk pelabuhan dan bandara, Pemkot Surabaya juga menggelar istighosah. Memohon perlindungan agar masyarakat Surabaya terhindar dari wabah penyakit HMPV.
 
"Karena itu, kenapa teman-teman (di lingkungan Pemkot Surabaya) sekarang saya ajak istighosah, salah satunya untuk mengurangi bala dan menghilangkan penyakit," imbuh Wali Kota Surabaya itu.
 
Lebih lanjut, Eri memastikan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan laporan kasus HMPV di Kota Surabaya. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan melalui Dinas Kesehatan.
 
Masyarakat juga diimbau untuk tetap dan waspada terhadap penyebaran HMPV. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk meminimalisir risiko penularan. "Mohon doanya, semoga Surabaya tetap aman," tukas Eri. (*)
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore