Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 22.42 WIB

Tanggul Greges Timur Jebol Setelah Dihantam Banjir Rob, Rendam Pemukiman Warga Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama warga Greges Timur gotong royong memperbaiki tanggul yang jebol akibat banjir rob. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama warga Greges Timur gotong royong memperbaiki tanggul yang jebol akibat banjir rob. (Humas Pemkot Surabaya)

 
JawaPos.com - Terletak di kawasan pesisir utara laut Jawa dan persis di sebelah timur laut Madura, Kota Surabaya kerap dibayang-banyangi oleh kenaikan (pasang air laut), yang kemudian menyebabkan bencana banjir rob.
 
Seperti di kawasan Greges Timur, Kecamatan Asemrowo. Banjir rob menerjang kawasan tersebut pada Senin malam (16/12). Akibatnya, air rob rendam pemukiman warga. Bahkan sejumlah titik pembatas tanggul jebol.
 
Mendengar peristiwa tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bergegas meninjau lokasi terdampak banjir rob. Ia kemudian menugaskan dinas terkait untuk memperbaiki dan meninggikan tanggul sebagai langkah mitigasi awal.
 
 
 
Tanggul ditinggikan dengan menggunakan tumpukan sandbag dan batu kumbung. Eri pun bergabung bersama warga yang sedang Gotong royong, menyiapkan bambu hingga karung berisi pasir untuk menambal tanggul yang jebol.
 
“Ada tiga titik ya yang jebol, sebenarnya bukan jebol, tetapi tanggulnya itu dipotong oleh petani tambak untuk membuat laban, semacam pintu air. Nah, ketika membuat laban belum selesai, saat dilubangi, robnya datang,” ujar Eri, Selasa (17/12).
 
Oleh karena itu, Eri mengimbau masyarakat, khususnya para petani tambak di Greges Timur, Asemrowo untuk tidak melubangi tanggul terlebih dahulu, agar tidak memperparah dampak banjir rob.
 
Nanti ketika fenomena air pasang selesai, para petani diperbolehkan membuka pintu air untuk irigasi. "Tetapi untuk itu, kalau petani butuh air nanti, kita sediakan pompa untuk menyedot air menuju ke tambak,” imbuhnya. 
 
Kendati demikian, Eri menegaskan bahwa banjir rob yang terjadi di Greges Timur bukan semata-mata kesalahan para petani tambak. Sebab, mereka juga tidak mengetahui bahwa ketika malam hari, akan terjadi banjir rob.
 
“Jadi hari ini alhamdulillah kita selesaikan dengan semua warga yang ada di lokasi, DSDABM, DPRKPP, Satpol PP, dan BPBD semua satgas yang ada di perangkat daerah (PD) bergerak di sini,” tukasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore