Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Desember 2024 | 14.11 WIB

Peringatan Harkodia, Kota Surabaya Jangan Hanya Terbaik di Jatim, tapi Memimpin di Peringkat Nasional

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko saat memimpin rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya beberapa waktu lalu. (Galih Adi/Jawa Pos) - Image

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko saat memimpin rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya beberapa waktu lalu. (Galih Adi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Surabaya mendapat peringkat ketujuh tingkat nasional sebagai kota antikorupsi. Rangking itu disampaikan saat peringatan sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada Senin (9/12). Dengan rangking ketujuh itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya didorong melibatkan masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengatakan, warga Surabaya harus berbangga karena kota ini menyandang peringkat 10 besar nasional antikorupsi. Nilai indeks Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK mencapai angka 97 persen. Hal ini memosisikan Surabaya sebagai kota dengan skor tertinggi di Jawa Timur dan peringkat ketujuh secara nasional.

Menurut politikus Gerindra itu, capaian tersebut merupakan sebuah lompatan besar. Sebab, Surabaya sebelumnya ada di peringkat ke-14. Menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai penyelenggaraan pemerintah daerah yang bersih bisa dilakukan.

"Pemkot Surabaya sudah sepantasnya diapresiasi atas capaian ini. Harapan kami di DPRD Surabaya, kota ini tidak hanya menjadi yang terbaik di Jawa Timur, tetapi juga dapat memimpin di peringkat nasional,” ujar Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya itu.

Untuk menguatkan pesan melawan korupsi ke masyarakat, dia meminta agar semua kantor pelayanan publik menggaungkan slogan "Zona Integritas, Kantor Bebas Korupsi”. Notifikasi ini penting dimunculkan sebagai bahan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat.

Selain itu dia mendorong pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Kolaborasi eksekutif, legislatif dan masyarakat harus diperkuat untuk mencegah potensi korupsi di semua lini pelayanan publik.

“Survei Penilaian Integritas (SPI) Kota Surabaya mencapai 79,57 persen. Ini adalah langkah baik, namun tetap perlu upaya lebih serius dari semua pihak untuk memastikan pelayanan publik bebas korupsi,” ujarnya.

Hakordia ini bisa menjadi pelecut semangat untuk semuanya. Khususnya bagi dia yang duduk di kursi parlemen. Menjaga amanah rakyat dengan sebaik-baiknya.

"Hakordia adalah pengingat penting bagi kami untuk menjalankan tugas secara adil dan bertanggung jawab. Korupsi bukan merusak citra individu seseorang saja. Kelembagaan bahkan sistem kehidupan sosial dan ekonomi ikut terimbas. Maka komitmen untuk memberantas korupsi harus ditegakkan, demi Indonesia yang lebih maju," kata Yona. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore