
Lokasi pembangunan RSUD Sedati yang akan menggunakan lahan dari Puskesmas Sedati. (Foto: Ahmad Reza/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan. Salah satu langkah strategisnya adalah membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sedati.
Plt Kepala Dinkes Sidoarjo dr. Lakshmi Herawati Yuwantina mengungkapkan bahwa RSUD Sedati nantinya ditargetkan mulai dibangun pada 2025. “RSUD Sedati merupakan bagian dari rencana besar Pemkab Sidoarjo untuk menyediakan fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang merata,” katanya.
Menurutnya RSUD Sedati nantinya akan jadi fasilitas kesehatan (faskes) tingkat lanjut untuk wilayah timur dan utara Sidoarjo. RSUD Sedati akan melayani masyarakat di wilayah Gedangan, Sukodono, Waru, dan Sedati. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan semua warga Sidoarjo memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Saat ini, proses pembangunan RSUD Sedati masih dalam tahap lelang Manajemen Konstruksi (MK). Setelah proses tersebut selesai, pelaksanaan fisik pembangunan akan dimulai pada tahun depan. Proyek RSUD Sedati nantinya akan menggunakan anggaran sebesar 60 miliar yang berasal dari APBD.
Lakshmi mengungkapkan RSUD ini nantinya akan menempati lahan eks Puskesmas Sedati lama, atau yang ada di sisi selatan, dan akan dirancang menjadi rumah sakit tipe D. “Hal ini sejalan dengan hasil Feasibility Study (FS) yang sebelumnya telah dilakukan. FS yang dilakukan untuk tipe D,” paparnya.
Menurutnya pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kebutuhan fasilitas kesehatan tingkat lanjut di wilayah Sidoarjo yang terus berkembang.
Meskipun lahan Puskesmas Sedati lama akan digunakan untuk RSUD, layanan Puskesmas tetap dipertahankan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bagi masyarakat Sedati.
Nantinya Puskesmas Sedati akan difokuskan ke bangunan puskesmas yang baru di sisi utara, yang letaknya berdampingan dengan RSUD Sedati. “Dengan lokasi yang berdampingan, kami harap sinergi antara layanan kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut dapat berjalan dengan optimal,” jelasnya.
Sehingga masyarakat akan lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan. RSUD Sedati diharapkan menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan di kawasan yang selama ini cukup jauh dari rumah sakit umum daerah.
Selain memberikan kemudahan akses, kehadiran RSUD Sedati juga diharapkan dapat mengurangi beban dari RSUD R. T. Notopuro dan RSUD Sidoarjo Barat (Sibar). Proyek ini menjadi salah satu prioritas dalam visi Sidoarjo yang sehat dan merata.
Dengan anggaran dan perencanaan yang matang, pembangunan RSUD Sedati diharapkan selesai tepat waktu sehingga segera bisa melayani masyarakat.
Selain membangun RSUD Sedati, upaya layanan kesehatan lainnya juga terus ditingkatkan. Dinkes Sidoarjo akan menambah kepesertaan aktif BPJS tahun depan. Hal tersebut mengingat adanya penambahan ambang batas Universal Health Coverage (UHC) Non-Cut Off yang ditetapkan BPJS Kesehatan mengalami kenaikan.
dr. Lakhsmi mengungkapkan bahwa untuk memenuhi ambang batas baru tersebut, Pemkab Sidoarjo diminta menambah jumlah peserta aktif dari sektor PBI APBD. “Ada kenaikan dari sebelumnya 75 persen peserta aktif BPJS, naik menjadi 80 persen,” katanya kemarin (1/12).
Menurutnya kebijakan tersebut tidak hanya PBI APBD, tetapi mencakup seluruh segmen kepesertaan BPJS, termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD. “Dari BPJS bilang untuk menambah 93 ribu peserta itu membutuhkan anggaran sekitar Rp107 miliar,” tuturnya.
Anggaran ini nantinya akan diambil dari anggaran APBD. Jumlah tersebut menurutnya cukup untuk memastikan masyarakat khususnya yang membutuhkan dapat mendapatkan pelayanan kesehatan melalui skema PBI APBD.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
