
REKA ULANG: Teatrikal Parade Juang 2024 pekan lalu (3/11) yang diikuti ribuan peeserta dari elemen masyarakat diadakan untuk menjaga memori kolektif tentang perjuangan di Surabaya.
Komunitas dengan fokus sejarah tumbuh subur di Surabaya. Aktivitasnya tidak sekadar kumpul, ngopi, dan diskusi. Komunitas-komunitas ini turut berkontribusi ide hingga tenaga ke Pemkot Surabaya demi lestarinya kesejarahan di kota ini.
Masa lalu selalu hidup di tangan pegiat komunitas penyuka sejarah. Di Surabaya, terdapat beberapa komunitas yang memang menaruh fokus besar di ranah itu. Misalnya, Begandring Soerabaia, Sobo Punden, dan Roodebrug Soerabaia.
Nah, Begandring Soerabaia memang cukup getol bergerak dalam upaya konservasi histori. Baik kisah, ingatan, maupun peninggalan fisik sejarah. Revitalisasi Makam Peneleh merupakan satu di antara banyak program yang sudah dimiliki Begandring Soerabaia.
Ketua Begandring Soerabaia Achmad Zaki Yamani menuturkan, fokusnya saat ini memang bersama Pemkot Surabaya menyelesaikan Makam Peneleh pada 2025. "Karena juga akan dijadikan salah satu destinasi wisata," ungkapnya.
Di luar itu, banyak rencana soal sejarah yang sudah "antre". Salah satunya adalah soal bunker di Kota Pahlawan. "Kami rencananya mau menyusun dan menggarap bunker-bunker di wilayah Surabaya Utara. Ada banyak, tapi kami belum sempat karena harus antre menyelesaikan Makam Peneleh dulu," tutur Zaki.
Zaki menambahkan, kerja sama dengan Pemkot Surabaya lewat revitalisasi Makam Peneleh bukan kali pertama. Sebelumnya, ada masterplan Kota Lama Surabaya yang juga melibatkan Begandring Soerabaia dalam prosesnya.
"Kemudian ada pemantapan kembali kelahiran Presiden Pertama RI Soekarno di Surabaya. Kami dan Pemkot Surabaya dalam hal ini adalah partner untuk sama-sama membenahi peninggalan sejarah di Surabaya," tuturnya.
Upaya advokasi budaya pun diakui Yayan Indrayana, arsitek dan pakar urban design, sebagai area abu-abu. Ada beda persepsi antara pelestari budaya dan pemerintah. "Ambil contoh, Kota Tua Surabaya. Lokasinya memang ramai, tapi tidak optimal untuk wisata budaya,” ucap Yayan.
Gedung Internatio tak bisa diakses. Kalaupun bisa, tak ada pemandu wisata yang kapabel.
Pun dengan gedung-gedung di sekitar seperti Arcadia dan Gedung Algemeene (alias Gedung Singa). Masih lestari dan terjaga bentuk aslinya, tapi tak bisa dinikmati ceritanya. Imbas lainnya, tempat sekitar –yakni Jembatan Merah Plaza– ikut mengalami penurunan kunjungan. Dia juga cukup menyayangkan pemerintah yang melihat kawasan cagar budaya sebagai lokasi wisata. Lokasi itu diolah untuk menarik wisatawan, tanpa memperhatikan nilai lebih di baliknya.
Dia mencontohkan, area Jalan Tunjungan. Meriah, memang. Suasana hidup dengan lampu-lampu jalan dan kafe atau pertokoan di sisi kanan-kirinya. Polusi visual seperti peletakan brand atau papan reklame pun terbilang minimal dan terkendali.
"Tapi, kawasan itu overcrowded. Kepadatan pengunjung adalah salah satu penyebabnya, tapi lalu-lalang kendaraan dan beban parkir di lokasi sekitar saya rasa juga perlu diperhatikan. Sebab, Jalan Tunjungan itu berstruktur koridor,” ujarnya.
Untuk mencegah fenomena "asal wisata" serupa, Yayan dan tim Begandring Soerabaia pun cukup tegas saat berkolaborasi dengan pemerintah kota. Mereka memastikan konservasi dan edukasi berlangsung meski lokasi itu nantinya jadi jujukan pengunjung dari berbagai daerah. "Sekarang, pemkot pun berpikir ulang, tidak bakal jalan sebelum ada kesepakatan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Wakil Komunitas Sobo Punden TP Wijoyo. Pria yang fokus pada sejarah klasik dan kolonial itu menyebut revitalisasi atau penemuan situs sejarah tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada sinergi dengan pihak-pihak berwenang. "Tidak bisa melangkah sendiri-sendiri, harus bersinergi," katanya.
Komunitas sejarah juga diakuinya banyak belajar dari berbagai pihak berwenang. Wijoyo menyebutkan, dirinya sempat belajar bagaimana penggalian situs-situs di beberapa wilayah Jawa Timur. "Saling sharing dan berbagi. Kami dapat banyak ilmu juga," ungkapnya. (fam/el/rid/c7/dra)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
