
Photo
JawaPos.com - Masih dalam rangkaian Dies Natalis Universitas Airlangga ke-70, Center for Responsible Business Pascasarjana Unair bakal menggelar kegiatan seru. Inspiring Politic Sessions bertajuk Menjadi Kepala Daerah Idaman dan Cara Baru Menang Pilkada 2024: Untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Diagendakan hadir sebagai keynote speaker yakni Khofifah Indar Parawansa, Prof Bambang Tjahjadi, Prof Suparto Wijoyo, Prof Burhanudin Muhtadi, Arief Budiman, dan Tri Rismaharini.
Acara yang dikonsep ringan dengan format deep talks itu rencananya diadakan Sabtu (14/9) di Sekolah Pascasarjana Unair, Jl Airlangga No 4-6, Surabaya. Diinisiasi oleh sebuah lembaga kajian, pendidikan dan pengabdian masyarakat yang berada dibawah naungan sekolah Pascasarjana Unair bernama Center for Responsible Business.
‘’Kami buat acara ini dalam bentuk diskusi panel, deep dive discussion, supaya lebih intimate dan solutif,” ungkap brand consultant Adjid Swastedi.
Ia berharap calon bupati/walikota bisa mengikuti deep talks ini. Karena pihak Pascasarjana Unair akan mengeluarkan Political Communication Campaign Model terbaru untuk mengantisipasi gen Zillenial dan era digital.
Para tokoh Center For Responsible Business itu menyimpan risau atas salah kaprah-nya strategi kampanye di Indonesia, khususnya Jawa Timur, belakangan ini. Apalagi kontestasi pemilihan kepala daerah serentak akan segera datang. Merespons hal itu maka harus ada gebrakan untuk mengedukasi kembali para pemangku kepentingan sekaligus masyarakat.
Adjid mengatakan, Pilkada dicermati sering high financing. Tapi menggunakan pola komunikasi yang tidak efektif dan tidak efisien. ‘’Juga waste dalam creating new and next market-nya,” tutur Adjid. Demi menjawab tiga persoalan itu, Adjid dan tim ingin memberikan sebuah communication campaign model baru.
Photo
Kampanye dalam rangka perhelatan pilkada sering dilakukan tanpa strategi komunikasi yang akurat, tajam, detail dan efektif. Para calon dan tim suksesnya dalam kurun waktu panjang, menengah dan pendek hanya menciptakan jargon yang kerap tidak berdasarkan big data. Akibatnya pesan, cara, visual dan medianya cenderung tumpang tindih. Pesan utamanya pun tidak tersampaikan.
Bukan hanya soal strategi komunikasi kurang efektif yang terlihat malah seperti buang-buang uang. Melainkan tantangan baru yang dihadapi terkait besarnya pemilih dari generasi muda.
Para voters hari ini, disebut Adjid, berbeda dengan generasi sebelumnya. Data pemilih baru dengan karakternya meneropong kegiatan politik para kandidat perlu dicermati. Bahkan wajib direspon secara kreatif. ‘’Sehingga semua materi kampanye di semua media yang dipilih menjadi benar-benar efektif,” paparnya.
Menurut data, pemilih dalam Pilkada 2024 yang sudah terdaftar sebanyak 52,97 persen atau 16.694.963 dari total perkiraan 31.520.088 pemilih di Jawa Timur. Sementara total jumlah pemilih Gen Y & Z adalah sebesar 52% atau sebanyak 16.390.446. Mereka mendominasi calon pemilih potensial di Pilkada Jawa Timur.
‘’Jadi jenis kampanye yang dilakukan semestinya berkaitan dengan akselerasi digital dan activation,” terang Adjid.
Menoleh ke belakang, pada pilkada dan pilpres sebelumnya, Gen Z enggan terlibat dalam politik praktis sebab merasa tidak relate. Di samping itu, banyak kampanye yang belum mampu menjawab kebutuhan mereka. ‘’Mereka tidak apatis terhadap dinamika politik, namun mereka Reluctance (enggan) terhadap beberapa statement partai politik yang sering kontra produktif,” kata Adjid.
Tim kampanye punya PR besar untuk menguasai big data, data driven, konsep, strategi, aktivasi dan eksekusi. Jadi, kata Adjid, kalau ingin menguasai suara pemilih saat ini, kontestan Pilkada harus mengoptimalkan new dan next market dengan cara yang lebih konseptual dan strategis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
