
Ilustrasi: BPJS Ketenagakerjaan. (Istimewa)
JawaPos.com – Penerima layanan BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya ditanggung oleh Pemkot Surabaya terus bertambah. Rabu (11/9) Pemkot Surabaya menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 22.935 pelayan masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sebanyak 22.935 penerima kartu BPJS Ketenagakerjaan itu berasal dari beragam profesi. Mulai dari hafiz, modin, marbot, penjaga makam, pendamping TB, pendamping HIV, hingga pendamping ibu hamil (selengkapnya lihat grafis) .
Pemberian fasilitas tersebut, kata Eri, sebagai pelengkap program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan bagi warga yang lebih dulu berjalan. Dengan UHC, warga yang sakit bisa berobat gratis cukup dengan menunjukkan KTP.
”Tapi, untuk hal-hal di luar kesehatan seperti kecelakaan belum bisa ditanggung. Karena itu, kami bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurut Eri, pemkot tidak bisa meng-cover seluruh warga yang belum memiliki fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Itu karena dibutuhkan dana yang besar.
Melihat itu, penerima program tersebut diprioritaskan kepada pelayan masyarakat. ”Karena mereka (pelayan masyarakat) saat bekerja memiliki risiko yang besar,” tuturnya.
Fasilitas tersebut, lanjut Eri, bertujuan melindungi warga saat bekerja. Misalnya, pekerja yang mengalami kecelakaan. Bila terjadi insiden, warga cukup menunjukkan KTP.
”Selain memberikan santunan kematian, BPJS juga memberikan beasiswa pendidikan untuk anak pekerja yang ditinggalkan. Serta program kembali bekerja untuk pemulihan,” terangnya.
Jumlah Penerima Bantuan
Total ada 65.313 warga Surabaya yang BPJS Ketenagakerjaan-nya di-cover pemkot. Jumlah itu bisa bertabah. ”Kalau camat dan lurah mau bergerak turun melakukan pendataan ke masyarakat, datanya bisa bertambah,” ucapnya.
Dapat Penghargaan
Program pemkot itu diapresiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Hadi Purnomo menyampaikan, pihaknya memberikan penghargaan kepada pemkot sebagai pemerintah daerah terbaik I dengan kategori pertumbuhan Universal Coverage Jamsostek segmen penerima upah periode Desember 2021 sampai dengan Agustus 2024 di Jawa Timur.
”Karena terus meningkat. Ini terbaik se-Jawa Timur untuk coverage penerima upah,” ungkap Hadi.
Menurut dia, upaya pemkot memberikan BPJS Ketenagakerjaan itu patut dicontoh kota/kabupaten lain.
’’Akselerasinya cukup besar. Pekerja di Surabaya sebagian besar telah dilindungi oleh Pemkot Surabaya,” imbuhnya. (omy/c17/aph)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
