
Ketua GNPK, Pengaduan Masyarakat Jawa Timur Miko Saleh. (Istimewa)
JawaPos.com–Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land di pesisir timur Kota Surabaya. Proyek itu akan mereklamasi lahan seluas 1.084 hektare dengan estimasi investasi mencapai Rp 72 triliun.
Sejumlah pihak mempertanyakan proyek tersebut. Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Surabaya Baktiono meminta supaya proyek strategis nasional (PSN) di sisi timur Kota Pahlawan mempunyai itu detail studi kelayakan. Hal itu bertujuan mengukur dampak pembangunan PSN reklamasi itu terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan warga pesisir. Khususnya di kawasan Kenjeran, Surabaya.
Sementara itu, Ketua GNPK, Pengaduan Masyarakat Jawa Timur Miko Saleh mengungkapkan keprihatinan terhadap proyek tersebut. Proyek itu janggal karena mencakup wilayah yang merupakan kawasan teritorial.
”Kalau masalah reklamasi, ya pasti janggal, di situ ada plang tulisan kawasan teritorial,’” ungkap Miko.
Kekhawatiran semakin besar karena area reklamasi tersebut sangat dekat dengan Pusdiklat TNI Angkatan Laut. Hal itu, menurut Miko, dapat berdampak buruk pada kemampuan monitoring keamanan di wilayah Surabaya.
”Ini di kawasan teritorial sehingga dikhawatirkan mengurangi kekuatan atau pertahanan untuk memonitor wilayah Surabaya dan sekitarnya,” tegas Miko, yang juga dikenal sebagai pengamat pelayanan publik.
Sebelumnya juga penolakan proyek itu datang dari warga Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Pada 3 September, warga berkumpul di Pasar Wisata Harmoni Keputih menolak proyek Surabaya Waterfront Land (SWL) dalam forum Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Warga khawatir proyek itu akan menggusur mata pencaharian nelayan.
Sekretaris DPC PDIP Surabaya Baktiono menambahkan, PSN di sisi pesisir timur Surabaya sebagai Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land.
”Diduga membuat pulau buatan, jarak dari Surabaya kurang lebih 100 meter. PSN ini tidak ada dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJPD) dan jangka panjang (RPJPD) Kota Surabaya,” imbuh Baktiono beberapa waktu lalu.
Baktiono berharap pemerintah pusat bisa melakukan kajian mendalam untuk memetakan dampak pelaksanaan proyek bagi ekosistem dan masyarakat Kota Surabaya.
”Semangat dari Surabaya yang saya tahu sejak era Bu Tri Risma itu melindungi kawasan pesisir dan memperluas kawasan mangrove. Terutama mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kalau ada reklamasi berarti tidak tersambung dengan semangatnya,” ungkap Baktiono.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
