Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 September 2024 | 14.21 WIB

IMI Sidoarjo Gelar Drag Bike Street Race untuk Mengatasi Balap Liar

IMI Sidoarjo latihan bersama Sidoarjo Drag Bike Street Race. (Istimewa) - Image

IMI Sidoarjo latihan bersama Sidoarjo Drag Bike Street Race. (Istimewa)

JawaPos.com–Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sidoarjo mengadakan latihan bersama (latber) ajang Sidoarjo Drag Bike Street Race. Ajang yang berlangsung di jalan bekas eks tol HK, Jabon, Sidoarjo, tersebut diikuti 150-an pembalap. Mereka rata-rata berasal dari berbagai wilayah di Sidoarjo dan kerap mengikuti balap liar.

Sidoarjo Drag Bike Street Race itu jadi balapan di jalanan di bawah naungan IMI. ’’Ini jadi sejarah di Sidoarjo. Baru kali ini Sidoarjo menggelar event seperti ini,’’ kata Ketua IMI Sidoarjo Zahlul Yussar.

’’Ini sudah menjadi aspirasi dari teman-teman pelaku otomotif di Sidoarjo,’’ tutur Alul, sapaan akrab Zahlul.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi antara IMI Sidoarjo dengan beberapa pihak terkait. Mulai dari Pemkab Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kodim, dan Dinas Perhubungan di Sidoarjo.

’’Kami ingin meminimalisir balapan liar dengan memberikan sarana prasarana yang memadai,’’ tambah Zahlul Yussar.

Ajang itu sebagai salah satu program dari rencana jangka pendek IMI Sidoarjo. Di dalam sebulan, rencananya ajang seperti ini akan digelar dua kali. Sekali latber, dan satu agenda lainnya adalah latihan prestasi (latpres).

Latpres bakal digelar di sirkuit jalanan lain di Sidoarjo. Yaitu Jalan Ponti di sebelah barat Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Zahlul Yussar mengharapkan ajang seperti itu bisa berlangsung secara berkelanjutan.

’’Sehingga, ke depannya bisa mencari bibit-bibit atlet berprestasi dari Sidoarjo,’’ harap Zahlul Yussar, mantan atlet berkuda Jatim tersebut.

Dia menuturkan, menggelar balapan tersebut dengan berpatokan kepada Standar Operational Procedure (SOP). Salah satunya mewajibkan setiap motor menggunakan rem depan dan belakang.

Kebanyakan, dalam balapan liar tidak menggunakan rem depan dan belakang. Di ajang ini, yang tidak sesuai SOP, tidak diperbolehkan mengikutinya. Dari awal yang mendaftar ada 200 pembalap, 50 di antaranya tidak sesuai spesifikasi. Aspek keselamatan pun tetap dikedepankan. Biaya pendaftaran yang sebesar Rp 20 ribu diperuntukkan untuk top up BPJS Ketenagakerjaan.

’’Kembalinya ke mereka sendiri. Seluruhnya di-cover BPJS,’’ sebut Zahlul Yussar.

Selain pembalap, penonton juga di-cover BPJS. Ajang itu rencananya diselenggarakan di berbagai jalanan di Sidoarjo, yang dianggap layak menggelar balapan jalanan. Selain eks jalan tol HK dan Jalan Ponti, ajang ini bisa digelar di kawasan Mall Pelayanan Publik (MPP) atau daerah lain di Sidoarjo. Harapannya, bisa mendorong sport tourism di Sidoarjo yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar venue balapan. 

Selain itu, dengan adanya ajang seperti Sidoarjo Drag Bike Street Race ini, Zahlul Yussar ingin jajaran IMI Sidoarjo mendongkrak prestasi otomotif Kota Delta tersebut terwujud beberapa tahun ke depan. ’’Sidoarjo kelak jadi kabupaten layak otomotif,’’ tandas Zahlul Yussar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore