Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Agustus 2024 | 22.38 WIB

Imbau Warga Tetap Tenang, Pemkot Surabaya Bentuk Tim Ahli Bangunan untuk Antisipasi Megathrust

Kondisi lahan di antara gedung-gedung pencakar langit di kawasan Surabaya Barat. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Kondisi lahan di antara gedung-gedung pencakar langit di kawasan Surabaya Barat. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Gempa megathrust menjadi topik yang ramai diperbincangkan orang beberapa hari belakangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat mengungkapkan bahwa Surabaya berpotensi terkena gempa itu. Pemkot Surabaya sudah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan tempat evakuasi dan membentuk tim ahli bangunan gedung.

Koordinator Early Warning System (EWS) BMKG Pusat Ariska Rudianto mengatakan, pemetaan tingkat risiko gempa di suatu wilayah tidak bisa hanya dari satu aspek. Setidaknya, ada tiga aspek yang saling berkaitan dan bersifat dinamis, bisa berubah kapan saja, termasuk di Surabaya. Tiga aspek itu adalah bahaya (hazard), keterpaparan (exposure), serta kerentanan (vulnerability). ”Untuk risiko pasti di Surabaya, perlu kajian lebih mendalam,” ujarnya.

Bila mengacu aspek bahaya, kata Ariska, risiko gempa megathrust di Surabaya terbilang menengah. Itu disebabkan sumber gempa megathrust cukup jauh. Namun, jika dilihat dari aspek keterpaparan, metropolis masuk pada kategori tinggi. Sebab, kondisi geologi Surabaya berada di kawasan basin atau endapan.

Ditambah lagi, jumlah penduduknya yang besar dan banyak bangunan bertingkat. Pada aspek kerentanan, Surabaya masuk kategori menengah lantaran regulasi tata kota yang sudah mengarah pada wawasan kebencanaan. ”Jadi, tingkat risiko di kemudian hari bisa berubah-ubah. Misalnya, tingkat kesadaran mitigasi bencana masyarakat yang semakin baik,” jelasnya.

Kondisi keterpaparan itu terlihat saat terjadi gempa di Bawean beberapa waktu lalu. Surabaya menjadi salah satu kota yang mengalami dampak paparan cukup tinggi dibandingkan wilayah lain.

Perkiraan Kekuatan Gempa Megathrust

Bila lempeng-lempeng bertumbukan, kekuatan gempa megathrust bisa mencapai 8,7 skala Richter. Tapi, lanjut Ariska, ancaman risiko gempa di Surabaya tidak hanya berasal dari megathrust di selatan Jawa. ”Ada juga risiko dari sesar-sesar lain yang sudah teridentifikasi,” jelas Ariska.

Tumbukan Antarlempeng

Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo menjelaskan, fenomena gempa megathrust itu dipicu adanya tumbukan antarlempeng dengan kedalaman 0–70 kilometer. Gempa megathrust bisa terjadi karena pergerakan antarbidang lempeng terhambat. ”Indonesia berpotensi mengalami hal itu karena letaknya yang berada di antara tiga lempeng. Lempeng Eurasia, Pasifik, dan Samudra Hindia,” ujarnya.

Lempeng-lempeng tersebut, kata Amien, terus bergerak sejak dulu. Kecepatan pergerakan lempeng juga berbeda setiap waktunya. ’’Antara 2–10 sentimeter per tahun,” jelasnya.

Meski berpotensi terpapar gempa, lanjut Amein, warga diimbau tetap tenang. ”Upaya mitigasi harus dilakukan dengan mematuhi standar bangunan. Terutama masyarakat yang tinggal di pesisir pantai,” ucapnya.

Upaya Pemkot Surabaya

Pemkot sudah mengantisipasi potensi gempa megathrust di Surabaya. Selain menggelar sosialisasi kepada warga, pemkot Surabaya mendata dan menyiapkan tempat evakuasi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, pihaknya sudah melakukan mitigasi bencana setelah kemunculan sesar yang melintasi Surabaya. Sosialisasi kebencanaan tetap berjalan agar warga memahami proses evakuasi saat gempa terjadi. ”Kami terus berkoordinasi dengan BMKG,” ujarnya.

Solusi lain, Eri meminta dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP) membentuk tim pengawasan gedung bertingkat. Tim itu sudah terbentuk. ”Semoga di Surabaya tidak ada gempa,” kata Eri.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore