
Satpol PP Surabaya amankan 10 di bawah umur yang kedapatan melakukan aksi balap liar di Jalan Pandegiling Barat, Surabaya. (Pemkot Surabaya)
JawaPos.com–Satpol PP Surabaya rutin melakukan patroli Asuhan Rembulan mengantisipasi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) di Kota Pahlawan.
Kali ini, Satpol PP Surabaya menjaring anak-anak di bawah umur, yang kedapatan melakukan aksi balap liar. Sebanyak 10 anak di bawah umur, didapati sedang melakukan aksi balap liar di Jalan Pandegiling Barat, Surabaya.
Kepala Satpol PP Surabaya M. Fikser mengatakan, sebelumnya, para petugas mendapatkan aduan dari masyarakat adanya aksi balap liar di kawasan Jalan Pandegiling. Menindaklanjuti aduan warga tersebut, petugas Satpol PP Surabaya langsung mendatangi lokasi.
”Saat petugas kami datang ke lokasi, beberapa anak semburat melihat petugas. Sehingga kami mendapatkan 10 anak yang bisa kami amankan,” kata Fikser.
Fikser membeberkan, 10 yang diamankan Satpol PP Surabaya masih berstatus pelajar di tingkat SMP.
”Kami bawa mereka ke kantor Satpol PP, kami lakukan pendataan dan pembinaan. Kami juga data mereka dari sekolah mana saja, sehingga kami dapat menginformasikan kepada pihak sekolah perihal anak-anak ini,” beber Fikser.
Fikser menjelaskan, setiap hari Satpol PP Surabaya menerjunkan personelnya untuk melakukan pengawasan di lokasi yang rawan balap liar, termasuk di Jalan Pandegiling Barat, Surabaya.
”Petugas kami setiap hari melakukan pengawasan di lokasi yang rawan akan balap liar. Ada beberapa titik, seperti Jalan Pandegiling, Jalan Diponegoro, Jalan Kenjeran, Jalan Manyar, Jalan Ir. Soekarno, yang kami fokuskan dan ada lokasi-lokasi yang lain,” jelas Fikser.
Dia pun mengimbau kepada orang tua agar dapat memperhatikan anak-anaknya agar tidak keluar hingga larut malam.
”Balap liar ini sangat merugikan karena mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang beristirahat di malam hari, maupun keselamatan bagi pelaku balap liar. Kami, berharap peran serta orang tua untuk dapat lebih memperhatikan anak-anaknya,” ujar Fikser.
Selain itu, Satpol PP Surabaya akan berkoordinasi dengan sekolah agar dapat lebih memperhatikan anak didiknya saat berada di lingkungan pendidikan.
”Pihak sekolah juga berperan penting untuk anak-anak ini, perlu dilakukan pendekatan supaya guru mengetahui apa saja yang anak didiknya lakukan. Sehingga peran orang tua dan sekolah sangat penting bagi mereka,” tutur Fikser.
Selain itu, Fikser juga berharap seluruh elemen masyarakat ikut serta dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di lingkungan mereka. Jika adanya indikasi aktivitas negatif dari anak-anak saat bergerombol, bisa menghubungi petugas terdekat maupun menghubungi 112.
”Kami merasa terbantu bila warga Surabaya memberikan informasi kepada kami, jika ada indikasi aktivitas negatif. Bisa menghubungi kami melalui media sosial maupun aplikasi Wargaku, petugas kami akan segera menindaklanjuti,” ujar Fikser.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
