Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juli 2024 | 16.02 WIB

ASHA Indonesia Bersama PHC Surabaya Optimistis Market IVF Besar

Market In Vitro Fertilization (IVF) di Indonesia dinilai memiliki potensi yang besar. Termasuk market IVF di Surabaya. (Dimas Nur/JawaPos.com) - Image

Market In Vitro Fertilization (IVF) di Indonesia dinilai memiliki potensi yang besar. Termasuk market IVF di Surabaya. (Dimas Nur/JawaPos.com)

JawaPos.comMarket In Vitro Fertilization (IVF) di Indonesia dinilai memiliki potensi yang besar. Termasuk market IVF di Surabaya. Market IVF Surabaya pun dirasa belum tergarap semua.

Hal itu diyakini CEO ASHA Indonesia Dr dr Amang Surya P SpOG F-MAS. Dokter Amang mengatakan, market IVF di Indonesia memiliki potensi yang positif ke depan. Menurut dia, saat ini, market IVF tak hanya datang dari Indonesia.

”Dari luar negeri juga sudah berdatangan di Asha IVF,” terang Amang Surya di IVF Festival Surabaya Grand City Surabaya.

Amang menyebutkan, untuk pasien dari luar negeri mulai melirik fasilitas IVF di Indonesia. Tak terkecuali di PHC Surabaya, ASHA IVF Indonesia.  Ada beberapa pasien yang datang dari Tiongkok hingga Malaysia untuk menjalani program IVF di Asha IVF Indonesia, PHC Surabaya.

”Kita harus melihat bahwa rumah sakit-rumah sakit di Indonesia itu bisa kok. Dan, IVF di Indonesia itu tidak murahan dari segi harga. Termasuk di Surabaya ini, ya. Ada 6 klinik IVF di Surabaya,” ujar Amang Surya.

Pada kuartal yang sama 2022, jumlah cycle IVF di Indonesia baru 13 ribu. Sementara itu, lanjut Amang, di kuartal sama pada tahun tersebut orang Indonesia ke Malaysia jumlahnya 16 ribu.

”Miris sekali kalau lihat. Kami di PHC Surabaya juga meluncurkan program Female Service khusus pasien yang ingin dilayani seluruhnya itu perempuan. Mulai dari dokter hingga tenaga kesehatan lain,” ungkap Amang Surya.

GM ASHA IVF Indonesia Dokter Nikolas Dwi Susanto M.Kes menyampaikan, potensi pasar bayi tabung besar. Jumlah populasi usia subur yang ada mendukung untuk layanan IVF di Indonesia. Ada 59 klinik atau layanan penyedia IVF di Indonesia.

”Per tahun hanya 14-15 ribu cycle untuk IVF. Karena itu, melalui RS PHC ini, ASHA juga membuat program khusus teman-teman BUMN untuk IVF,” ungkap Nikolas Dwi Susanto.

Sementara itu, Direktur Utama RS PHC Surabaya dr Henny Veirawati menuturkan, inovasi hasil kerja sama ASHA IVF Indonesia dan RS PHC Surabaya mengembangkan pelayanan teknologi tinggi dengan biaya yang efisien, tetap menjaga kualitas pelayanan dan tingkat kehamilan yang tinggi.

”Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses dan layanan terbaik bagi pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan, dengan harapan dapat membantu mewujudkan impian mereka untuk memiliki anak,” jelas Henny Veirawati.

Senior Bisnis and Development ASHA IVF Indonesia drg Adittya MARS menambahkan, pelayanan dari perempuan untuk perempuan dalam program Female Service itu merupakan layanan program hamil di ASHA IVF RS PHC dengan seluruh tenaga perempuan. Mulai dari staf admission, perawat, dokter, tim lab, dan kasir.

”Tidak dapat dimungkiri bahwa keputusan pasangan untuk melakukan pemeriksaan fisik dipengaruhi banyak hal, salah satunya faktor psikologis adanya rasa malu dan tidak nyaman ketika seorang perempuan diperiksa dokter yang lawan jenis,” ucap Adittya.

Sebagai contoh, kata Adittya, dalam tindakan pengambilan sel telur rangkaian program bayi tabung semua tenaga medis dan staf yang terlibat adalah perempuan. Mulai dari suster, penata anestesi, dokter kandungan, dokter anestesi, hingga embriologis.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore