JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera menerapkan konversi atau perubahan kendaraan dinas operasional jajaran pemkot dari kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik.
Rencananya, pengadaan mobil listrik dinas itu akan dilakukan dengan cara sistem sewa.
Menurut Wali Kota Eri, menyewa mobil listrik bisa lebih murah daripada harus membeli baru. Belum lagi perawatan jika membeli mobil baru bisa lebih mahal.
“Kalau kita beli mobil baru terus kita lakukan perawatan sendiri, itu lebih mahal. Makanya kita kemarin menyampaikan, dijual saja semua mobil dinas, kita lakukan sewa mobil,” kata Wali Kota Eri, Selasa (18/6) seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.
Eri tidak asal bicara terkait kemungkinan pengadaan kendaraan dinas dengan sistem sewa akan lebih murah, karena pihaknya sudah memperhitungkan secara rinci.
Bahkan, jika ternyata nanti ada persewaan kendaraan bermotor listrik dengan harga murah, maka ia memutuskan akan menggunakan kendaraan listrik.
“Nah, ini saya masih melihat (harga) sewanya berapa. Itu kalau nanti insyaallah lebih murah atau sama, saya akan pakai mobil listrik. Jadi mobil dinas kita ganti semuanya,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini.
Ia merencanakan bahwa kendaraan dinas yang akan diganti adalah kendaraan operasional kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat.
Meskipun demikian, Cak Eri juga mengaku, ia akan menggunakan kendaraan bermotor listrik untuk kebutuhan perjalanan dinasnya.
Nantinya, akan ada sekitar 70 unit kendaraan dinas yang akan diganti. Anggaran yang disiapkan oleh pemkot untuk rencana ini adalah sekitar Rp 6 miliar, dan itu dihitung untuk penggunaan selama lima tahun.
“Nah dalam waktu lima tahun itu kita hitung, mengeluarkan untuk apa saja. Contohnya perawatan, karena mobil baru ini kan semakin lama akan semakin turun nilainya. Nanti kita hitung dalam waktu lima tahun itu lebih untung atau rugi, makanya kita efisienkan anggarannya saja,” jelasnya.
Cak Eri menambahkan, selain untuk efisiensi anggaran, penggunaan mobil listrik sewaan tersebut untuk mendukung kelestarian lingkungan di Kota Surabaya.
Ia juga berharap, dengan penggunaan kendaraan listrik oleh pejabat Pemkot, maka masyarakat juga akan beralih untuk menggunakan kendaraan bermotor listrik.
Eri menyadari bahwa konversi kendaraan dinas dari konvensional ke kendaraan bermotor listrik, memerlukan fasilitas pendukungnya. Pemkot pun akan menggandeng PLN untuk menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terlebih dahulu.
“Nanti ada di Balai Kota, dan tempat-tempat tertentu yang sudah kita kerjasamakan dengan PLN. Saya sudah usulkan titik-titiknya,” pungkas Cak Eri.
Selain itu, pihaknya juga sedang melelang kendaraan dinas dan operasional yang usianya sudah lebih dari tujuh tahun, melalui website Kantor Pelayanan Negara dan Lelang (KPKNL) di
http://lelang.go.id.
***