
Ilustrasi kawasan Wisata Kota Lama Surabaya.
JawaPos.com–Wisata Kota Lama Surabaya bakal diresmikan pada 23 Juni. Pemkot Surabaya menyiapkan segala kebutuhan untuk peresmian Kota Lama itu.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, Pemkot Surabaya mematangkan persiapan sebelum meresmikan Kota Lama Surabaya.
”Kita akan mematangkan seluruh kebutuhan masyarakat yang akan berkunjung menikmati wisata Kota Lama Surabaya. Sehingga pada saat di-launching, masyarakat bisa merasakan dan menikmati kawasan wisata Kota Lama Surabaya tersebut,” kata Hidayat Syah.
Hidayat menerangkan, Wisata Kota Lama Surabaya di bagian utara itu membentang mulai dari jalan Kembang Jepun sisi timur dan sisi barat di Jalan Rajawali hanya dipisahkan Jembatan Merah di antara Sungai Kalimas. Jembatan Merah adalah saksi peristiwa heroik arek-arek Suroboyo ketika melawan pendudukan tentara Sekutu.
”Kawasan utara Kota Lama Surabaya ini, ibarat laboratorium arsitektur dunia. Kita bisa mempelajari khas arsitektur barat dengan nuansa kolonial dan Eropa serta negara-negara timur,” terang Hidayat Syah.
Di sisi barat Kota Lama Surabaya terdapat arsitektur peninggalan kolonial yang menawan. Pada sisi barat kawasan, banyak menyimpan dokumen-dokumen peristiwa sejarah arsitektur dan peristiwa sejarah kemerdekaan yang berkaitan dengan peristiwa pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pendudukan tentara Sekutu dengan meninggalnya Komandan tentara Sekutu Jenderal AWS Mallaby di Surabaya.
”Peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya yang membentang mulai 19 Oktober 1945 sampai dengan 10 November 1945. Kawasan ini merangkai peristiwa aksi heroik kemerdekaan beserta dokumen bangunan arsitektur yang masih ada,” ujar Hidayat Syah.
Selanjutnya, di sisi timur Kota Lama Surabaya dengan arsitektur khas negara timur. Seperti Tiongkok, India, dan Arab, telah menjelma menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Pada sisi timur telah ditetapkan menjadi kawasan wisata religi, terdapat masjid dan makam Sunan Ampel. Sunan Ampel merupakan salah satu wali di antara Wali Sembilan yang menjadi penyebar agama Islam di Jawa.
Selain itu, ada Langgar Gipo yang kini berusia 300 tahun di Jalan Kalimas Udik No 51 Surabaya. Dari langgar ini para santri digembleng sebelum berangkat melawan penjajah dan tempat ini juga menjadi markas para ulama memutuskan strategi perang melawan penjajah.
”Musala dua lantai seluas 209 meter persegi ini juga menjadi saksi sejarah pergerakan Ketua Umum PBNU pertama KH Hasan Basri Sagipoddin. Dan tentu masih banyak lagi peristiwa sejarah yang bisa kita gali di kawasan wisata Kota Lama Surabaya,” tambah Hidayat Syah.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
