
Ilustrasi: korban pemerkosaan. (Kokoh Praba/Jawa Pos)
JawaPos.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) siap menerima laporan dugaan pelanggaran etik penyelenggara pemilu. Termasuk kasus penganiayaan yang menyeret nama AT, komisioner KPU Kota Surabaya sebagai terduga pelaku. Terkait apakah laporan itu memenuhi unsur pelanggaran bisa dibuktikan dalam sidang pemeriksaan.
Hal itu disampaikan anggota DKPP I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi Jumat (7/4). Menurut dia, setiap pengaduan yang masuk ke DKPP akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
’’Kami tidak dalam posisi menyarankan atau melarang (laporan, Red). Tapi jika dipandang ada dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu, yang menangani adalah DKPP,’’ kata Raka Sandi kepada Jawa Pos.
Dalam hal pelaporan, jelas dia, DKPP bersikap pasif. Tapi jika terdapat pengaduan yang diduga melibatkan penyelenggara pemilu, DKPP sebagai lembaga penegak kode etik penyelenggara pemilu siap untuk menindaklanjuti. ’’Kalau sudah menjadi perkara, ya harus dilanjutkan,’’ ujar Raka.
Dia menyampaikan, penyelenggara pemilu sebagai pejabat publik terikat oleh kode etik dan pedoman perilaku. Itu diatur dalam Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu. Bahwa setiap penyelenggara pemilu diharapkan menjadi contoh yang baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Termasuk di dalamnya harus menghindari tindakan amoral seperti melakukan kekerasan fisik atau penganiayaan yang merugikan orang lain. Itu penting untuk menjaga kehormatan lembaga penyelenggara pemilu dan pegawai di dalamnya.
’’Secara moral dan etik demikian. Diharapkan bisa menjaga integritas pribadinya sehingga dipercaya publik,’’ papar Raka.
Nah, jika terbukti melanggar kode etik, DKPP berwenang menjatuhkan sanksi penyelenggara pemilu. Dalam Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017, ada tiga jenis mekanisme sanksi. Yaitu, teguran tertulis, pemberhentian sementara, dan pemberhentian tetap.
Teguran tertulis disampaikan dalam bentuk peringatan dan peringatan keras. Sementara itu, pemberhentian tetap berupa pemberhentian tetap dari jabatan ketua atau pemberhentian tetap sebagai anggota.
Terkait sanksi pada kasus penganiayaan yang melibatkan AT sebagai terduga pelaku, Raka Sandi tidak bisa berpendapat lebih jauh. Sebab, mekanismenya harus dibuktikan dalam sidang pemeriksaan DKPP.
Salah satu yang dibantah terkait pengakuan SDAK kepada media yang telah dipukul berkali-kali sampai babak belur. Menurut Indi, laporan itu tanpa didasari fakta hukum.
’’Nggak begitu. Kalau babak belur, kan masuk rumah sakit. Buktinya, dia masih bisa beraktivitas setelah kejadian itu sampai sekarang,’’ bantahnya.
Dia mengakui, memang AT pernah menampar pipi korban di dalam mobil. Tapi, dia mengelak kalau itu disebut sebagai pemukulan. Tapi, tujuannya untuk menenangkan SDAK supaya tidak kalap.
’’Karena di dalam mobil dia berteriak-teriak. Pak AT bermaksud menenangkan (dengan menampar, Red),’’ ujar Indi.
Tuduhan lain yang dibantah terkait kliennya pernah melakukan pengancaman. Baik kepada anak maupun korban sendiri. Menurut dia, tuduhan itu sama sekali tidak benar. Dia menduga tuduhan tersebut hanya untuk menjatuhkan nama baik AT sebagai penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, pihaknya segera melayangkan somasi kepada SDAK.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
