Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Mei 2024 | 03.30 WIB

Tren Penggunaan Kapal Wisata Meningkat Terutama dari Surabaya

PT Dharma Lautan Utama luncurkan kapal terbaru, KM Dharma Kencana V di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. - Image

PT Dharma Lautan Utama luncurkan kapal terbaru, KM Dharma Kencana V di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

JawaPos.com–Tren peningkatan penggunaan transportasi laut terlihat khususnya di sektor wisata. Kemenhub mendorong perusahaan memiliki kapal pesiar terutama untuk sektor wisata.

CEO dan penasihat utama PT DLU Bambang Haryo Soekartono (BHS) merespons positif hal itu. Perusahaan siap merealisasikan wacana menhub untuk menyediakan layanan kapal pesiar. Sehingga, warga Indonesia yang ingin pesiar tidak perlu harus ke luar negeri.

”Ini tentu sangat kami sambut luar biasa, karena apa? Karena potensi Indonesia ini luar biasa, dari potensi laut, potensi daratan, pantai, dan lain-lain. Jadi ini yang memang satu ide yang bagus dari pak menteri perhubungan untuk direalisasikan Indonesia,” ucap BHS setelah acara HUT DLU ke-48 di Surabaya.

BHS melihat saat ini banyak masyarakat yang suka naik kapal sambil berwisata. Banyak angkutan laut DLU disesuaikan dengan kondisi kapal penumpang pariwisata.

”Mereka senang naik kapal sekarang karena rasanya seperti di kapal pesiar, jadi ini adalah kami mengawali untuk apa yang disarankan Pak Menteri Perhubungan,” terang Bambang Haryo Soekartono.

Terkait harga kapal pesiar dari luar negeri yang relatif mahal, BHS menegaskan, DLU siap berkompetisi dengan operator kapal pesiar internasional dan memberikan tarif yang lebih terjangkau.

”Karena kalau di dalam negeri untuk (kapal) pariwisata belum ada operator kapal pesiar,” tegas Bambang Haryo Soekartono.

Untuk mewujudkan wacana kapal pesiar lokal, diperlukan konektivitas transportasi pariwisata antara darat dan laut. Jika konektivitas itu terealisasi, para turis ketika turun dari kapal bisa menuju ke tempat wisata dengan transportasi publik massal.

”Konektivitas darat itu yang penting karena ada misalnya di Lombok. Di Lombok ada kapal pesiarnya tapi konektivitas darat lanjutannya itu belum ada, ini yang juga terjadi di Lembar. Kita juga butuh konektivitas yang dilakukan daerah,” tutur Bambang Haryo Soekartono, pria yang terpilih menjadi anggota DPR RI dari dapil Jatim 1 tersebut.

Direktur Utama PT DLU Erwin H. Poedjono menjelaskan, akan menggelar rapat untuk merealisasikan wacana Menhub agar ketika diluncurkan bisa siap semua. Suntikan semangat semacam itu yang diperlukan perusahaan untuk memberikan pelayanan lebih baik ke depan.

”Atas nama manajemen, kehadiran para Menhub beserta semua tamu undangan malam ini betul-betul memberikan semangat buat kami, memberikan kebanggaan bagi kami untuk bisa memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat,” ucap Erwin.

Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi membayangkan ketika orang berlibur dengan kapal pesiar tidak perlu ke Singapura atau Eropa. Sebab, kapal pesiar merupakan suatu kebanggaan bagi suatu negara.

”Kalau kita bisa melaksanakan, satu sisi kita memberikan satu layanan bagi masyarakat luar (turis) tetapi juga wisatawan Nusantara dan Dharma Lautan Utama akan mendapat nama yang baik,” tutur Budi.

Menhub juga salut kepada DLU yang salama ini memberikan dedikasinya dalam layanan terbaik kepada penumpang kapal laut di Indonesia. Dan dia berharap dedikasi ini terus belanjut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore