Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Mei 2024 | 19.20 WIB

Ribuan Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Alami Gangguan Kesehatan Beresiko Tinggi, Balai Karantina Tempuh Langkah ini

ILUSTRASI: Ibadah haji. (JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI: Ibadah haji. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Sejumlah jemaah calon haji dari Embarkasi Surabaya terdeteksi mengalami gangguan kesehatan sebelum diberangkatkan menuju tanah suci dalam tiga hari terakhir.

Menurut Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, lebih dari 60% jemaah calon haji tahun ini dari Embarkasi setempat memiliki resiko kesehatan yang tinggi.

"Dari 1.800 lebih jamaah yang diberangkatkan dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya setiap hari, rata-rata 69 persen kesehatannya tergolong berisiko tinggi," kata Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan seperti dikutip dari Antara.

Gangguan kesehatan yang paling banyak diderita para jemaah adalah hipertensi, kemudian kencing manis atau diabetes.

"Kemudian ada yang mengalami pembengkakan jantung. Tapi masih bisa kita toleransi untuk bisa mengikuti penerbangan ke tanah suci," imbuhnya.

Dari jumlah yang diberangkatkan tersebut, hanya sekitar 500 jemaah per hari yang kondisi kesehatannya tergolong prima dan tidak perlu didampingi tenaga kesehatan.

Sedangkan lebih dari seribu jemaah dengan gangguan kesehatan terutama yang beresiko tinggi akan didampingi oleh tenaga kesehatan dari BBKK Surabaya sejak dari Asrama Haji.

"Di antaranya kami lakukan terapi, pemberian obat, serta mengupayakan agar dapat membagi waktu untuk beristirahat yang cukup," tuturnya.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya hingga Senin (13/5) malam telah memberangkatkan sebanyak 3.660 jamaah asal Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik yang terbagi dalam 10 kloter.

Lalu terdapat dua jemaah asal Kabupaten Lamongan dari kloter tujuh yang keberangkatannya tertunda karena sakit.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Abdul Haris menginformasikan salah satunya mengidap penyakit anemia dan membutuhkan perawatan.

"Satu lagi penyakitnya masih didiagnosis oleh tim dokter," katanya.

Ia menambahkan dua orang tersebut memiliki pendamping masing-masing, sehingga total terdapat empat orang yang tertunda keberangkatannya.

"Nantinya akan kami berangkatkan bersama kloter lain ketika direkomendasikan tim dokter yang menyatakan kesehatannya telah membaik," pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore