Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Maret 2024 | 16.10 WIB

Sempat Dievakuasi Karena Khawatir Gempa Susulan, Pasien RS Unair Akhirnya Kembali Masuk Ruang Perawatan

Salah satu tenda yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman Rumah Sakit Unair, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/3/2024). ANTARA/Didik Suhartono

JawaPos.com - Pasien-pasien di Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, telah kembali ke ruang perawatan usai dievakuasi dari gedung akibat gempa berkekuatan 6,5 pada Jumat lalu (22/3).

Gempa yang hampir terasa diseluruh wilayah Jawa Timur tersebut terjadi sekitar 130 kilometer timur laut dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengakibatkan Rumah Sakit Unair merespons dengan melakukan evakuasi sesuai prosedur darurat.

Melansir ANTARA, Martha Kurnia Kusumawardani, Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik Unair, menyampaikan bahwa pasien-pasien tersebut telah dipindahkan kembali ke ruang perawatan setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pasien di tengah situasi darurat.

"Pasien yang telah dievakuasi ke luar gedung, secara bertahap sejak sore tadi telah dimasukkan kembali ke dalam kamar perawatan rumah sakit dengan tetap mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi," kata Martha.

Menjelaskan prosedur evakuasi standar Rumah Sakit Unair saat terjadi gempa bumi, Martha mengatakan bahwa prosedur tersebut, melibatkan pemindahan pasien dan pengunjung dari gedung untuk mengurangi risiko, terutama bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

Martha juga menegaskan bahwa Rumah Sakit Unair telah melaksanakan semua prosedur standar terkait gempa bumi, termasuk pengamanan pasien dan pasien rentan seperti bayi.

"RS Unair telah melaksanakan penanganan sesuai SOP terkait musibah gempa yang terjadi, termasuk dengan mengamankan pasien serta pasien rentan (bayi)," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah memastikan tidak terjadi insiden seperti penculikan bayi dan anak, serta untuk pasien di unit perawatan intensif, yang menjadi perhatian utama dalam situasi darurat semacam ini.

"Kami juga telah memastikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penculikan bayi dan anak (code Pink) serta pasien ICU," tambahnya.

Dalam penjelasannya, Martha juga menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di Rumah Sakit Unair akibat gempa tersebut. Hal ini menunjukkan respons cepat dan efektif dari tim rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat.

Martha menegaskan komitmen Rumah Sakit Unair untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, bahkan di tengah situasi darurat seperti gempa bumi. Respons yang cepat dan efisien ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien selama masa-masa sulit.

"RS Unair selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik termasuk keamanan pasien saat terjadi bencana," kata

 
 ***
 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore