
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan penerapan pelayanan SPBE yang diserahkan Menpan RB Abdullah Azwar Anas. Pemkot Surabaya untuk JawaPos
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Digital Government Award di Jakarta, Senin (20/3). Penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya adalah, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
Penghargaan penerapan pelayanan SPBE itu, diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas, kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Disaksikan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, sejumlah menteri, gubernur, dan bupati/wali kota se-Indonesia.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya dinilai menjadi yang terbaik dalam kategori penerapan layanan SPBE dan sukses menerapkan pemerintahan digital secara terintegrasi dan lebih maju.
”Kami menerapkan digitalisasi di segala lini, karena selain mempercepat pelayanan publik, juga membuat semuanya menjadi transparan dan akuntabel, mengurangi signifikan potensi korupsi,” kata Wali Kota Eri.
Dia menjelaskan, saat ini ekspektasi masyarakat terhadap kecepatan dan kualitas pelayanan publik makin tinggi. Bahkan, pelayanan publik kerap dibandingkan dengan pelayanan di sektor swasta seperti perbankan yang cepat dan efektif.
”Instansi pemerintahan tidak boleh lagi berada di zona nyaman. Kuncinya hanya satu, yaitu digitalisasi. Dengan digitalisasi, layanan semakin cepat, semakin presisi karena jalurnya jelas. Tak ada lagi orang ketemu orang, tidak ada diskriminasi karena semua by digital (serba digital),” jelas Wali Kota Eri.
Wali kota mencontohkan, bagaimana integrasi pelayanan publik bisa dilakukan antara Pemkot Surabaya, pengadilan negeri, dan pengadilan agama untuk berbagai dokumen kependudukan. Demikian pula dengan integrasi pelayanan dengan kementerian agama untuk penanganan stunting, dari data calon pengantin yang terintegrasi dengan Puskesmas.
”Sehingga, begitu calon pengantin bersiap, dicek mulai dari soal kesehatan, apakah ada risiko kekurangan energi kronis atau kekurangan gizi, sehingga bisa diantisipasi agar kelak anaknya tidak berpotensi stunting. Ini bukti bahwa integrasi pelayanan bisa menjawab berbagai persoalan,” papar Eri.
Integrasi data stunting itu, lanjut Eri, kemudian ditautkan dengan berbagai fasilitas kesehatan, dunia usaha, hingga sekolah, untuk diberi solusi secara bersama-sama. Hasilnya, prevalensi stunting Surabaya turun drastis menjadi 4,8 persen pada 2022, terendah se-Indonesia.
Eri Cahyadi menjadi salah satu penggagas sistem pengadaan berbasis elektronik (e-procurement) dan penganggaran berbasis elektronik (e-budgeting) yang kemudian banyak direplikasi berbagai pemerintah daerah di Indonesia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
