
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (surabaya.go.id)
JawaPos.com–Program satu sarjana di satu keluarga miskin (gamis) di Surabaya dicanangkan dimulai Mei. Hal itu dibeberkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Eri Cahyadi menyampaikan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan keluarga miskin di Surabaya. Rencananya, program tersebut akan diluncurkan pada Mei, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS).
”(Pendataan) mulai sekarang, dari data ini muncul, kita mulai Mei. Jadi menyambut HJKS kita lakukan itu, sekaligus kita resmikan mess (asrama) untuk anak-anak yang di posisi SMA dan kuliah,” jelas Eri Cahyadi.
Para penerima program ini, lanjut Eri Cahyadi, disekolahkan hingga sarjana dengan biaya ditanggung Pemkot Surabaya. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan tempat tinggal di asrama yang disediakan Pemkot Surabaya.
”Kalau yang SMP kita masih ikutkan orang tuanya. Tapi kalau kuliah dan SMA, insya Allah ada (tinggal) di mess itu, dan posisinya baru pulang Sabtu dan Minggu,” ujar Wali Kota Surabaya Eri.
Pada tahap awal, pihaknya menyediakan 200 kuota bagi keluarga miskin Surabaya untuk mendapatkan program tersebut. ”Nanti kita lihat dari (data) warga miskin itu, kalau ada banyak, kita ambil yang paling miskin,” papar Eri.
Program ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan vokasi yang memiliki ikatan kerja dengan perusahaan. Sehingga para lulusan dari program itu bisa langsung mendapatkan pekerjaan.
”Yang pasti kita kerja sama dengan tempat-tempat (perguruan tinggi) yang bisa memastikan setelah lulus, dia bekerja, tidak dengan tempat yang lulus masih cari pekerjaan lagi. Jadi langsung ada ikatan kerja,” tutur Eri.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudradjat menyampaikan, selain infrastruktur, salah satu fokus pemkot saat ini adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
”Pak Wali (Eri Cahyadi) kan menginginkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang lebih utama. Kalau fisik, proyek prioritas itu seperti yang terbesar di saluran diversi Gunungsari, itu akan dilanjutkan sampai ke Raci,” terang Irvan Wahyudradjat.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
