
Pemkot Surabaya lakukan lekaukan percepatan penanganan banjir di Surabaya barat.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan percepatan penanganan banjir di kawasan Surabaya barat. Penanganan banjir di kawasan itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melakukan pengerukan sedimen di saluran air hingga pembangunan bozem.
Kepala DSDABM Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, saat ini pemkot tengah fokus melakukan pengerukan saluran air di kawasan Beji, Jalan Pakal Madya, Kecamatan Pakal. Proses pengerukan di lokasi tersebut segera diselesaikan bulan ini.
”Dalam bulan ini diselesaikan sepanjang 2 kilometer. Sudah jalan sejak minggu kemarin, waktu Pak Wali (Eri Cahyadi) sidak,” kata Syamsul.
Selain saluran air Beji di Pakal Madya, Syamsul menjelaskan, DSDABM juga melakukan pengerukan di sepanjang saluran diversi Pondok Benowo Indah (PBI) sampai Jembatan Raci. Pengerukan sedimen di saluran sepanjang 1 kilometer itu juga sudah dilakukan DSDABM Surabaya sejak pekan lalu. Sementara itu, juga sedang dikerjakan pembuatan saluran air dengan box culvert dan peninggian jalan di pintu masuk PBI sampai rel KA.
Syamsul Hariadi menambahkan, DSDABM Surabaya juga melakukan pembuatan tanggul batu kumbung di dekat area persawahan di Jalan Raya Tengger, serta pengerukan di saluran Kandangan. Untuk sementara, pihaknya masih melakukan penyisiran di saluran Kandangan mulai dari hulu ke hilir.
”Jaraknya lumayan panjang. Sudah mulai semua (pengerukan) sejak minggu kemarin, sesuai arahan Pak Wali,” ucap Syamsul.
Syamsul menyampaikan, Pemkot Surabaya tak hanya melakukan pengerukan saluran. Saat ini, juga sedang proses membangun bozem baru di kawasan Rejosari, Surabaya. Bozem seluas 1,3 hektare itu, direncanakan selesai sebelum musim hujan berikutnya, sehingga bisa mereduksi banjir di kawasan Rejosari dan sekitarnya.
Dia menyebutkan, di kawasan Candi Lontar saat ini juga sedang dilakukan pembangunan penahan arus air. ”Itu cuma ditinggikan saja, (penahan arusnya) tidak sampai 100 meter panjangnya. Sudah proses sudah minggu kemarin. Seminggu ke depan selesai,” sebut Syamsul Hariadi.
Setelah dilakukan proses pengerukan saluran tersebut, lanjut dia, diharapkan sudah tidak ada lagi genangan setelah hujan. Seperti di kawasan Jalan Tengger. Meskipun beberapa hari ini terjadi hujan deras, air tidak sampai menggenangi kawasan tersebut.
”Kemarin di Tengger sudah nggak ada genangan. Jadi, fokus pemkot saat ini menangani beberapa titik banjir atau genangan yang ada di kawasan-kawasan tersebut,” tutur Syamsul Hariadi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
