
Photo
JawaPos.com- Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mendukung percepatan produksi dokter spesialis. Tahun ini kuota yang disediakan untuk program pendidikan dokter spesialis (PPDS) hingga mencapai 300 kursi. Selain itu, FK Unair akan menjalin kerja sama dengan Kabupaten Gresik dan Sumenep untuk beasiswa PPDS putra daerah.
Dekan FK Unair Prof dr Budi Santoso SpOG (K) menjelaskan, berdasar SKB dua menteri, seluruh FK yang memiliki program pendidikan dokter spesialis dianjurkan meningkatkan kuota hingga 30 persen. FK Unair pun telah menyiapkan kuota hingga mencapai 300 kursi.
”Daya tampung FK Unair untuk dokter spesialis dari 30-an program studi (prodi) sekitar 260 kursi. Namun, ada SKB dua menteri agar dinaikkan. Jadi, kuotanya sampai 300 kursi,” jelasnya kemarin (16/2).
Dokter yang akrab disapa Bus itu menambahkan, kenaikan kuota PPDS tersebut juga didukung dengan program pendidikan dokter spesialis hybrid bekerja sama dengan TNI. ”Masalah produksi dokter spesialis lebih banyak ke arah fasilitas dan SDM. Ada aturan dosen yang mendidik dokter spesialis 1:3. Sekarang diperbolehkan 1:5. Artinya, satu dosen bisa mendidik lima dokter spesialis,” ujarnya.
Terkait dengan upaya untuk mengatasi kekosongan dokter spesialis di daerah-daerah kepulauan terpencil, FK Unair saat ini menyusun memorandum of understanding (MoU) dengan bupati Sumenep dan Gresik melalui program beasiswa PPDS.
Rencananya, penandatanganan MoU dengan dua bupati itu dilakukan pada akhir Februari. ”Setiap daerah yang telah MoU tersebut bisa mengirim putra daerahnya atau orang yang memiliki jiwa petualang. Mereka akan sekolah dokter spesialis di FK Unair dan ditempatkan pemkab masing-masing,” ungkap dia.
Para peserta program beasiswa dokter spesialis tersebut, lanjut dia, bakal melalui afirmasi. Nanti kerja sama itu melibatkan gubernur, FK Unair, RSUD dr Soetomo, dan pemkab. ”Rektor menantang kami (FK Unair, Red) untuk bisa menjangkau Indonesia Timur. Kita harus berpihak pada daerah-daerah terpencil untuk dihadirkan dokter spesialis,” katanya.
Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) itu menegaskan, dalam produksi dokter spesialis, peran pemerintah harus besar. Salah satunya, memberikan beasiswa dokter spesialis. Setelah mereka mendapatkan beasiswa dan menyelesaikan studi, pemerintah tinggal menempatkannya ke beberapa daerah yang membutuhkan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
