Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2023 | 22.48 WIB

Pikat Target, Gunakan Foto Pekerja Migas atau Polisi Ganteng

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pelaku romance scam mencomot foto-foto pekerja migas, tentara, dan polisi-polisi tampan untuk menjerat para korbannya. Mereka mengambil foto-foto itu dari akun asli media sosial (medsos) untuk dipasang di akun-akun palsu yang digunakan untuk menipu.

Hingga kini akun-akun palsu dengan foto pekerja migas hingga polisi tampan masih bertebaran di sejumlah platform medsos.

Wakil Ketua Komunitas Waspada Scammer Cinta (WSC) Nurlaila Indriani menyatakan, pelaku yang mengaku polisi biasanya menggunakan modus mutasi. Polisi gadungan itu meminta uang untuk biaya mutasi agar dapat pindah ke domisili korban untuk menikah.

’’Kalau yang mengaku pekerja migas, mereka bilang posisi di laut dan butuh helikopter untuk ke darat menemui korban. Mereka minta biaya sewa helikopter hingga Rp 60 juta,’’ kata Indri.

Menurut dia, pelaku mengincar korban melalui profil di media sosial calon korbannya. ’’Kalau akun korban tidak diprivat, pelaku bisa melihat karakter korban melalui profil media sosial. Pelaku punya daftar siapa saja yang akan dikirimi pesan percakapan pribadi,’’ ungkap Indri.

Pelaku juga punya cara untuk memanipulasi pikiran korbannya. Mereka akan mengirimi korban percakapan secara intens dan mesra untuk membuat korban merasa nyaman. Korban kemudian diajak berpacaran hingga dijanjikan untuk dinikahi.

’’Intens pagi, siang, malam menghubungi untuk memberikan perhatian ke korban. Ketika korban sudah masuk jeratan, pelaku meminta korban mentransfer uang,’’ tuturnya.

Dosen Ilmu Komunikasi Unair Nisa Kurnia Illahiati menambahkan, pelaku kerap mengincar wanita kesepian untuk dijadikan korban. Mereka mengirim pesan kepada para korbannya yang menimbulkan rasa empati.

’’Orang yang punya faktor psikologis kesepian secara emosional jauh dari orang terdekat. Pelaku masuk dengan memberi kata-kata manis penuh perhatian hingga korban akhirnya teperdaya,’’ kata Nisa yang meneliti kejahatan tersebut.

Nisa menyebut pelaku romance scam sebagai sindikat dengan kejahatan yang terorganisasi. Pelaku berasal dari Nigeria, Bangladesh, hingga Asia Tenggara yang menggunakan bahasa Melayu untuk menjerat korbannya. Menurut dia, dulu pelaku kerap mengincar pekerja migran. Kini pola itu bergeser dengan korban yang berasal dari berbagai latar belakang.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto mengatakan, modus penipuan seperti itu sudah ada sejak lama. Sebelum beraksi, sangat mungkin pelaku sudah mempelajari profil calon korban. ’’Modal utama mereka adalah media sosial dan mencatut nama orang lain,’’ ungkapnya.

Korban Romance Scam Malu Lapor Polisi


Korban romance scam kebanyakan takut dan malu untuk melaporkan kasus penipuan asmara yang menimpanya ke polisi. Tidak dilaporkannya modus kejahatan tersebut membuat para pelaku yang diduga sindikat sulit terungkap. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komunitas Waspada Scammer Cinta (WSC) Nurlaila Indriani.

Salah satu yang membuat korban takut melapor karena pelaku sudah mengantongi data diri korban beserta video vulgar. ’’Korban untuk lapor polisi tidak mau membuka itu (video vulgar) karena malu. Korban menghapus bukti-bukti sehingga polisi kesulitan mengungkap karena buktinya tidak kuat,’’ ujar Indri.

Pelaku yang diduga sindikat juga sudah pintar untuk menyembunyikan kejahatannya. Mereka menggunakan akun-akun media sosial yang bisa kapan saja dihapus dan berganti akun baru.

Pelaku juga membeli rekening tak bertuan untuk menampung uang dari para korbannya. ’’Akhirnya, terputus di situ pengungkapannya,’’ ucapnya.

Selama tiga tahun komunitas WSC resmi berdiri, sudah banyak korban yang mengadu. Sebagian korban justru diarahkan polisi untuk mengadu ke WSC. ’’Rata-rata korban butuh pendampingan psikologis daripada bantuan hukum,’’ jelasnya.

Pakar komunikasi Unair Nisa Kurnia Illahiati menambahkan, korban enggan melapor karena tidak ingin diketahui keluarga dan orang-orang terdekatnya. Korban sebenarnya sudah diingatkan orang-orang terdekatnya agar tidak berhubungan dengan penipu asmara, tetapi mereka yang sudah telanjur cinta tidak menghiraukannya. Hingga akhirnya mereka baru sadar setelah hartanya terkuras.

’’Korban sangat jarang melaporkan pelaku karena malu dan sudah habis-habisan,’’ kata Nisa yang juga sedang meneliti kejahatan romance scam.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto menuturkan, masyarakat harus selalu waspada agar tidak menjadi korban. Di antaranya, dengan bijak menggunakan media sosial. ’’Jangan mudah percaya pada orang asing,’’ katanya.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat yang menjadi korban agar tidak segan melapor. Sebab, pelaku bisa memakan korban lain kalau dibiarkan. ’’Jangan pernah merasa tertekan sebagai korban. Bagaimanapun, pelakunya harus diproses,’’ ujarnya.

MODUS PENIPU ASMARA PERDAYAI TARGET

- Comot foto pekerja migas, tentara, dan polisi tampan.

- Pelajari karakter korban melalui profil media sosial.

- Mulai kirim pesan percakapan yang intens dan penuh perhatian.

- Menjalin hubungan asmara dengan korban.

- Janji akan menikahi korban jika bertemu.

- Minta ditransfer uang dengan dalih mutasi kerja hingga sewa helikopter untuk menemui korban.

Sumber: Komunitas Waspada Scammer Cinta

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore