
Photo
JawaPos.com- Transportasi publik Trans Jatim sangat diminati. Dalam perjalanannya, sarana dan prasarana bus penghubung Surabaya Raya (Gresik–Surabaya–Sidoarjo) itu terus dikembangkan. Di antaranya, pemasangan papan rambu lalu lintas.
Papan tersebut bertulisan ’’Lajur Prioritas Bus Trans Jatim”. Papan itu dipasang tepat di atas halte yang juga di bawahnya terdapat markah jalan berhentinya bus.
Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik Taufik mengatakan, pemasangan itu dilakukan oleh Pemprov Jatim yang memiliki armada Trans Jatim. Meski demikian, pemasangan rambu tersebut akan dilakukan di semua halte di Gresik.
’’Tapi, sepertinya baru dimulai dari perbatasan Surabaya, kemarin di depan Stadion Gejos,” ucapnya.
Dia mengakui, sejak Trans Jatim beroperasi, masyarakat sangat antusias dalam memanfaatkan moda transportasi massal tersebut. Mengingat, selain tarifnya murah, armadanya banyak.
Halte-halte Trans Jatim di sepanjang jalan di Kota Pudak sering kali ramai. Apalagi saat pagi dan sore hari. ’’Akhir pekan itu sering antre panjang di halte-halte itu,” imbuhnya.
Saking tingginya animo masyarakat, fasilitas sarana dan prasarana pun terus dikembangkan. Seperti adanya penambahan fasilitas wifi di dalam halte. ’’Kami di Pemkab Gresik juga sudah komunikasi dengan masyarakat sekitar untuk penyediaan parkir. Seperti di RSUD itu sudah bisa,” jelasnya.
Sebelumnya, trayek bus Trans Jatim juga bakal ditambah tahun ini. Rencananya, bus milik Pemprov Jatim tersebut lewat jalur bawah tanpa tol. Yakni, lewat Buduran–Gedangan hingga Waru. Rencana tersebut kini masih dimatangkan.
Selain menambah rute baru, bus untuk koridor I rute Sidoarjo–Surabaya–Gresik juga akan ditambah pada April mendatang. Rencananya ada penambahan 10 bus dan 1 bus cadangan. Saat ini, sudah ada 20 bus dan 2 bus cadangan. Dengan penambahan tersebut, akan ada sebanyak 33 bus yang beroperasi dari Terminal Porong hingga Terminal Bunder, Gresik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Benny Airlangga menilai penambahan tersebut tepat. Sebab, hampir setiap hari bus tersebut penuh. ”Selalu ada penumpang yang berdiri. Terutama saat akhir pekan,” jelasnya. Salah satu penyebabnya, tarifnya juga terjangkau. Santri dan pelajar hanya Rp 2.500 dan Rp 5.000 untuk umum.
Benny menyebutkan, Pemkab Sidoarjo akan mendukung angkutan massal tersebut dengan menyiapkan angkutan pendamping. Pihaknya kini menyiapkan untuk rute Krian hingga Sidoarjo kota. Sebab, bus Trans Jatim tidak melintasi wilayah barat Sidoarjo seperti Wonoayu, Tulangan, dan Krian.
Rencananya, pihaknya menggunakan bus kecil atau elf untuk mengantar ke halte-halte bus Trans Jatim. ”Karena busnya kan lewat tol. Jadi, belum menjangkau wilayah barat. Ini kami kaji dulu transportasi pendampingnya,” katanya.
Kajian tersebut untuk memastikan agar angkutan pendamping itu tidak berbenturan dengan trayek angkot. Baik rute maupun kebutuhan armadanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
