
KELAS DARURAT: Guru dan siswa MI Cokroaminoto menggelar pembelajaran di dalam rumah kontrakan. Aktivitas belajar tetap berlangsung normal di perkampungan Jalan Petukangan Tengah, Selasa (17/1). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan SD Cokroaminoto terpaksa belajar di rumah kontrakan, Jalan Petukangan Tengah, Semampir, sejak Juni lalu. Itu dilakukan karena gedung sekolah sedang dibangun.
Belum selesai direnovasi, niat ratusan bocah yang tak sabar kembali ke sekolah itu harus pupus sejak pemkot menyegel bangunan tersebut pada pertengahan November lalu.
Penyebabnya, bangunan sekolah belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Bonita Aleya Ramadhani, salah seorang siswa, harus duduk berjubel bersama belasan temannya kemarin siang. Duduk bersila, buku pelajaran dia keluarkan dari ransel.
Tanpa meja dan kursi, siswa 11 tahun itu segera menyimak pelajaran yang diberikan sang guru di sebuah rumah kontrakan yang disewa oleh sekolah. ’’Belajar di sini dempet-dempetan. Pengin kembali ke sekolah lagi,’’ pinta siswi kelas V itu.
Harapan ingin segera kembali ke sekolah juga disampaikan Zahira Salsabila. Siswi kelas IV itu mengatakan sering kehilangan fokus ketika belajar. Begitu pula saat ujian berlangsung. Karena berdesakan dan tidak ada jarak, mengerjakan soal jadi tidak tenang. ’’Kalau berdempetan, bisa contekan,’’ terangnya.
Tidak hanya siswa yang mengeluh, wali murid pun merasa cemas jika anak terus-menerus harus belajar di rumah kontrakan. ’’Saya sekolahkan anak di sini karena kualitasnya bagus. Baik guru dan program-programnya,’’ paparnya.
Namun dengan kondisi sekolah seperti saat ini, dia tak yakin anak-anaknya mampu menyerap ilmu secara maksimal.
Sejak ’’mengungsi’’ dari gedung sekolah yang dibangun, para guru terpaksa membagi jam masuk dua sif. Pagi-siang. Sif pagi dimulai pukul 06.30 hingga 10.30. Rombel kedua dilakukan saat siang pukul 10.30 hingga 14.00.
Sebanyak 375 siswa SD dan MI Cokroaminoto menghuni 5 rumah di sekitar sekolah. Perinciannya, 265 siswa MI menghuni 2 rumah guru dan 1 rumah kontrakan warga. Sebanyak 110 siswa SD menghuni 2 rumah kontrakan warga.
Meskipun pembelajaran berlangsung di rumah warga, para siswa MI Cokroaminoto tetap menorehkan prestasi. Misalnya, juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Internasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Desember tahun lalu.
Mendengar adanya sekolah yang disegel, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji langsung melakukan kunjungan Selasa (17/1) siang. Setelah meninjau ke lapangan, dia mengatakan bahwa aturan tentang IMB harus tetap ditegakkan. Namun, tidak boleh tebang pilih dan harus melihat kondisi. ’’Ini bangunan untuk pendidikan,’’ tambahnya.
Armudji menyatakan akan mengupayakan dispensasi pembukaan segel. Tapi, syaratnya, sekolah tetap harus memproses IMB. Paling tidak, dalam sebulan harus selesai. ’’Minggu ini kalau bisa dibuka,” terangnya.
SEPUTAR SD/MI COKROAMINOTO
- Sekolah dibangun sejak 1965.
- Jumlah murid MI dan SD 375 siswa.
- Disegel pemkot sejak 15 November 2022 (tidak memiliki IMB).
- Saat ini siswa belajar menggunakan 3 rumah warga dan 2 rumah guru.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
