Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2023 | 19.57 WIB

SD dan MI Cokroaminoto Disegel, Siswa Belajar di Rumah Kontrakan

KELAS DARURAT: Guru dan siswa MI Cokroaminoto menggelar pembelajaran di dalam rumah kontrakan. Aktivitas belajar tetap berlangsung normal di perkampungan Jalan Petukangan Tengah, Selasa (17/1). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

KELAS DARURAT: Guru dan siswa MI Cokroaminoto menggelar pembelajaran di dalam rumah kontrakan. Aktivitas belajar tetap berlangsung normal di perkampungan Jalan Petukangan Tengah, Selasa (17/1). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com – Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan SD Cokroaminoto terpaksa belajar di rumah kontrakan, Jalan Petukangan Tengah, Semampir, sejak Juni lalu. Itu dilakukan karena gedung sekolah sedang dibangun.

Belum selesai direnovasi, niat ratusan bocah yang tak sabar kembali ke sekolah itu harus pupus sejak pemkot menyegel bangunan tersebut pada pertengahan November lalu.

Penyebabnya, bangunan sekolah belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Bonita Aleya Ramadhani, salah seorang siswa, harus duduk berjubel bersama belasan temannya kemarin siang. Duduk bersila, buku pelajaran dia keluarkan dari ransel.

Tanpa meja dan kursi, siswa 11 tahun itu segera menyimak pelajaran yang diberikan sang guru di sebuah rumah kontrakan yang disewa oleh sekolah. ’’Belajar di sini dempet-dempetan. Pengin kembali ke sekolah lagi,’’ pinta siswi kelas V itu.

Harapan ingin segera kembali ke sekolah juga disampaikan Zahira Salsabila. Siswi kelas IV itu mengatakan sering kehilangan fokus ketika belajar. Begitu pula saat ujian berlangsung. Karena berdesakan dan tidak ada jarak, mengerjakan soal jadi tidak tenang. ’’Kalau berdempetan, bisa contekan,’’ terangnya.

Tidak hanya siswa yang mengeluh, wali murid pun merasa cemas jika anak terus-menerus harus belajar di rumah kontrakan. ’’Saya sekolahkan anak di sini karena kualitasnya bagus. Baik guru dan program-programnya,’’ paparnya.

Namun dengan kondisi sekolah seperti saat ini, dia tak yakin anak-anaknya mampu menyerap ilmu secara maksimal.

Sejak ’’mengungsi’’ dari gedung sekolah yang dibangun, para guru terpaksa membagi jam masuk dua sif. Pagi-siang. Sif pagi dimulai pukul 06.30 hingga 10.30. Rombel kedua dilakukan saat siang pukul 10.30 hingga 14.00.

Sebanyak 375 siswa SD dan MI Cokroaminoto menghuni 5 rumah di sekitar sekolah. Perinciannya, 265 siswa MI menghuni 2 rumah guru dan 1 rumah kontrakan warga. Sebanyak 110 siswa SD menghuni 2 rumah kontrakan warga.

Meskipun pembelajaran berlangsung di rumah warga, para siswa MI Cokroaminoto tetap menorehkan prestasi. Misalnya, juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Internasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Desember tahun lalu.

Mendengar adanya sekolah yang disegel, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji langsung melakukan kunjungan Selasa (17/1) siang. Setelah meninjau ke lapangan, dia mengatakan bahwa aturan tentang IMB harus tetap ditegakkan. Namun, tidak boleh tebang pilih dan harus melihat kondisi. ’’Ini bangunan untuk pendidikan,’’ tambahnya.

Armudji menyatakan akan mengupayakan dispensasi pembukaan segel. Tapi, syaratnya, sekolah tetap harus memproses IMB. Paling tidak, dalam sebulan harus selesai. ’’Minggu ini kalau bisa dibuka,” terangnya.

SEPUTAR SD/MI COKROAMINOTO

- Sekolah dibangun sejak 1965.

- Jumlah murid MI dan SD 375 siswa.

- Disegel pemkot sejak 15 November 2022 (tidak memiliki IMB).

- Saat ini siswa belajar menggunakan 3 rumah warga dan 2 rumah guru.

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore