
Photo
JawaPos,com- Harga pasaran tanah di beberapa wilayah Surabaya terus melambung. Kenaikannya berkisar 70 persen dari nilai jual objek pajak (NJOP). Pemkot bakal merevisi besaran NJOP agar nominalnya tidak terlampau jauh dari harga tanah di pasaran. Namun, kebijakan itu baru berjalan tahun depan.
Kali terakhir pemkot mengganti NJOP pada 2019. Idealnya, NJOP direvisi dua tahun sekali. Tahun ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya memilih menunda perubahan NJOP. ”Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Salah satunya, dampak pandemi Covid-19 yang belum usai dirasakan oleh wajib pajak (WP),” kata Kepala Bapenda Musdiq Ali Suhudi kemarin (15/1).
Baru tahun depan NJOP direvisi. Namun, itu sebatas rencana, belum bisa dipastikan. Sebab, sebelum kebijakan tersebut berjalan, bapenda harus melihat kondisi perekonomian. ”Untuk sekarang, kami berfokus meningkatkan kesadaran WP membayar pajak. Kami mencatat kesadaran WP juga sangat tinggi,” ujar Musdiq.
Besaran NJOP tertinggi di metropolis Rp 32 juta. Itu adalah harga tanah di area tengah kota. Namun, di lapangan, harga tanah sudah jauh melesat. Kenaikannya 70 persen di atas NJOP. ”Harga pasaran memang tinggi. Tapi, faktornya juga banyak. Misalnya, lokasi, infrastruktur, dan fasilitas pendukung lain,” terangnya.
Di kawasan MERR Gunung Anyar, misalnya, harga tanahnya tinggi. Setiap tahun kenaikannya bisa lebih dari 10 persen. Perubahan harga tanah itu dipicu pembangunan akses MERR.
Harga tanah di kawasan Jalan Kertajaya juga semakin tinggi karena lokasinya strategis. Berada di pusat kota. Di sana, sudah banyak rumah warga yang beralih fungsi menjadi tempat usaha.
Koordinator Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya Erringgo Perkasa mengatakan, besaran NJOP Surabaya dinilai investor masih terjangkau. ”Ke depan, kami mengintegrasikan informasi NJOP ke peta investasi. Dengan begitu, investor yang berminat pun mendapat informasi yang lengkap,” katanya.
---
ALASAN NJOP PERLU DIREVISI

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
