Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 04.23 WIB

Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Tanggul Hingga Keruk Saluran Guna Tangani Banjir

Pemkot tangani banjir yang ada di Surabaya barat (Sumber: Pemkot Surabaya) - Image

Pemkot tangani banjir yang ada di Surabaya barat (Sumber: Pemkot Surabaya)

JawaPos.com – Dalam menangani banjir yang terjadi di wilayah Surabaya Barat, Pemkot kebut pembanguan tanggul hingga keruk saluran.

Saat ini, pemkot Surabaya sedang memfokuskan untuk menanganai banjir di tiga titik yakni di Jalan Tengger Raya (Sambikerep-Benowo), di jalan Pakal Madya dan di depan Pondok Benowo Indah (PBI).

Ke tiga titik tersebut, oleh Satgas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya telah dikebut pembangunan bozem dan mengeruk saluran.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi membenarkan hal tersebut.

“Saya tadi sudah cek ke sana, ternyata teman-teman Satgas bergerak cepat dan tadi sudah hampir dapat 1 meter. Kita memang percepat pembangunan tanggul dulu keburu hujannya datang lagi,” kata Syamsul, Rabu (21/2).

Diketahui bahwa dilakukan peninggian di Jalan Tengger Raya antara 30-50 centimeter dengan panjang sekitar 500 meter, termasuk pula pengerukan dan pendalaman bozem di wilayah tersebut.

Selain di wilayah Tengger, Pemkot Surabaya juga sedang fokus menyelesaikan banjir di Pakal Madya dengan diadakan pembangunan tanggul.

Wali Kota Eri mengatakan “Jadi, kita sudah bangun tanggul darurat atau tanggul sementara dengan memasang sandbag (karung pasir),” ungkapnya.

“Biasanya sandbag ini diisi pasir, tapi tadi saya sudah meminta untuk diisi aspal-aspal bekas. Itu yang kita lakukan darurat dan nanti kita akan lakukan tanggul ini secara permanen,” tambahnya.

Kemudian Pemkot Surabaya juga fokus penanganan banjir di Benowo depan perumahan Pondok Benowo Indah (PBI).

Di lokasi ini, pembangunan box culvert sementara ini memang berhenti sampai di situ, sehingga airnya tak terbendung.

“Makanya, untuk di lokasi ini kita carikan jalan airnya menuju ke saluran Sememi dan kita juga keruk salurannya supaya lebih dalam dan bisa menampung air lebih banyak,” tutur Wali Kota Eri.

Kepala DSDABM menyatakan penyebab dari terjadinya banjir di ke tiga wilayah secara umum terjadi karena tiga faktor.

Yang pertama saluran air belum terkoneksi semua dengan baik, sehingga akan mengoneksikan saluran tersebut termasuk pembangunan box culvert hingga ke perbatasan Gresik.

Ke dua, pompa air dan fasilitasnya yang masih kurang, belum ada saluran yang menuju ke laut, serta masih banyak yang belum dilengkapi rumah pompa, sehingga ketika air pasang tabrakan antara air darat dan laut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore