Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Desember 2022 | 00.48 WIB

Sediakan 100 Kilogram Telur di Setiap Operasi Pasar

Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).  Menjelang hari Natal dan Tahun baru 2023 sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, menurut pedagang harga telur ayam naik dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 31.000 - 35. - Image

Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). Menjelang hari Natal dan Tahun baru 2023 sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, menurut pedagang harga telur ayam naik dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 31.000 - 35.

JawaPos.com - Hingga Rabu (7/12) harga telur ayam di Surabaya belum turun. Operasi pasar pun digencarkan. Pemkot Surabaya menyediakan 100 kilogram telur ayam yang bisa dibeli warga.

Di Pasar Pucang, misalnya. Panitri, salah seorang pedagang telur ayam, mengatakan bahwa harga per kilogram telur masih Rp 31 ribu.

Perempuan 49 tahun itu menuturkan, kenaikan harga telur secara drastis terjadi sejak tiga hari lalu. Sebelumnya, per kilogram telur masih Rp 24–25 ribu. ’’Terus moro-moro (tiba-tiba, Red) Rp 30 ribu. Saiki Rp 31 ribu per kilogram,” kata Panitri saat ditemui Jawa Pos kemarin (7/12).

Dia mengakui, penjualan telur merosot selama dua hari. Biasanya dia bisa menjual telur ayam hingga 20 kilogram per hari jika kondisi pasar ramai. Namun, selama dua hari, Panitri hanya menjual telur sebanyak 12–13 kilogram.

Tak jarang, ada beberapa pembeli yang menanyakan telur bentesan. Telur yang cangkangnya retak sedikit. Harganya lebih murah.

Selisihnya Rp 2–3 ribu per kilogram. Terpisah, Kepala Bidang Distribusi Dinas Koperasi dan Perdagangan (Dinkopdag) Risdiana Kusumawati menuturkan bahwa salah satu upaya untuk menurunkan harga telur adalah mengadakan operasi pasar murah mandiri. Kali ini, dinkopdag menambah jumlah titik operasi.

Biasanya, dalam sehari, titik operasi pasar hanya dua lokasi per satu kecamatan. Tetapi, kini di tiap kecamatan diadakan empat operasi pasar. Lokasinya bergiliran hingga 31 kecamatan merasakan harga telur murah. Per kilogram telur dibanderol Rp 28 ribu.

Untuk satu titik operasi pasar murah, dinkopdag menyediakan 100 kilogram telur. Bahkan, kata Risdiana, jumlahnya bisa lebih, bergantung kepadatan penduduk di satu kecamatan. ’’Kami sasar hingga balai RW kok supaya semakin dekat juga ke warga,” jelasnya.

Mayoritas telur yang dikonsumsi masyarakat Surabaya berasal dari Blitar. Kepala Dinkopdag Fauzie Mustaqiem Yos menuturkan, operasi pasar murah tersebut juga bisa mengendalikan inflasi. Dari hasil analisis sementara dinkopdag, kenaikan harga telur bukan disebabkan stok telur menipis atau tidak ada di metropolis. ’’Permintaan naik, maka harga naik,” ujarnya. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore