Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 November 2022 | 05.12 WIB

PKL di Kolong Tol Surabaya-Gempol Sudah Rata dengan Tanah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Kondisi di bawah tol Surabaya–Gempol, Jalan Tambak Asri, Surabaya, kini berubah total. Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya memenuhi area tersebut kini telah rata dengan tanah. Kemarin (17/11) untuk mensterilkan wilayah tersebut, petugas mulai memasang pagar.

Meski dinilai baik, penataan lapak PKL di bawah tol Surabaya–Gempol sangat disayangkan oleh para pedagang. Tidak sedikit yang merasa kecewa karena tidak bisa lagi berjualan di area tersebut. Salah satunya Mukrim. Pedagang berusia 48 tahun itu sudah puluhan tahun berjualan makanan dan minuman (mamin) di area tersebut.

Dia tidak pernah menyangka lapak dagangannya dibongkar oleh petugas satpol PP. Padahal, berjualan mamin merupakan mata pencarian utama. Solusi relokasi ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) Indrapura yang diberikan Pemkot Surabaya pun dinilai tidak tepat. Selain sepi, jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh.

Mukrim berharap pemerintah bisa memberikan solusi alternatif selain harus pindah ke SWK. ’’Mau jualan di rumah juga nggak bisa. Sempit. Sewa tempat nggak punya uang. Jadi sementara nganggur. Nggak tahu sampai kapan,’’ keluh Mukrim sambil menatap area lapak jualan yang sudah rata dengan tanah kemarin.

Hal serupa dialami Rahmat. Setelah pembongkaran, pria berusia 50 tahun itu belum bisa kembali berjualan. Selain cemas akan kondisi perekonomian keluarga, kekhawatiran lain dirasakan Rahmat pasca pembongkaran. Tidak adanya PKL membuat area bawah tol itu sepi dan gelap. Situasi tersebut dapat memancing terjadinya aksi kriminalitas.

Kasi Trantib Kecamatan Krembangan Suhermansyah mengatakan, semua lapak PKL telah dibersihkan. Seluruh area juga akan ditembok. Pemagaran dilakukan oleh pihak Jasa Marga. Terkait kekhawatiran warga terhadap aksi kriminalitas, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian.

Patroli rutin setiap malam. Setelah penataan, semua aktivitas di bawah tol tidak diperbolehkan lagi. Mulai aktivitas dagang, tempat tinggal, hingga parkir kendaraan. Semua pedagang mamin direlokasi ke SWK. Namun, banyak pedagang yang menolak dipindah.

Terkait hal tersebut, solusi lain tengah dipikirkan oleh pemkot. Pihaknya memiliki wacana akan memindahkan pedagang di area sekitar Jalan Tambak Asri. Namun, tidak di bawah tol.

Area pinggir tol saat ini digunakan warga untuk parkir kendaraan. ”(Lahan) lumayan besar. Bisa menampung 20 pedagang. Koordinasi dengan pihak Jasa Marga sebagai pemilik lahan segera dilakukan,’’ ujarnya.

Jika disetujui, mereka bisa berjualan di sana. Dengan catatan, tidak ada bangunan yang permanen. Setelah jualan selesai, semua lapak dan barang dagangan harus bersih.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore