
Photo
JawaPos.com- Kondisi di bawah tol Surabaya–Gempol, Jalan Tambak Asri, Surabaya, kini berubah total. Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya memenuhi area tersebut kini telah rata dengan tanah. Kemarin (17/11) untuk mensterilkan wilayah tersebut, petugas mulai memasang pagar.
Meski dinilai baik, penataan lapak PKL di bawah tol Surabaya–Gempol sangat disayangkan oleh para pedagang. Tidak sedikit yang merasa kecewa karena tidak bisa lagi berjualan di area tersebut. Salah satunya Mukrim. Pedagang berusia 48 tahun itu sudah puluhan tahun berjualan makanan dan minuman (mamin) di area tersebut.
Dia tidak pernah menyangka lapak dagangannya dibongkar oleh petugas satpol PP. Padahal, berjualan mamin merupakan mata pencarian utama. Solusi relokasi ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) Indrapura yang diberikan Pemkot Surabaya pun dinilai tidak tepat. Selain sepi, jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh.
Mukrim berharap pemerintah bisa memberikan solusi alternatif selain harus pindah ke SWK. ’’Mau jualan di rumah juga nggak bisa. Sempit. Sewa tempat nggak punya uang. Jadi sementara nganggur. Nggak tahu sampai kapan,’’ keluh Mukrim sambil menatap area lapak jualan yang sudah rata dengan tanah kemarin.
Hal serupa dialami Rahmat. Setelah pembongkaran, pria berusia 50 tahun itu belum bisa kembali berjualan. Selain cemas akan kondisi perekonomian keluarga, kekhawatiran lain dirasakan Rahmat pasca pembongkaran. Tidak adanya PKL membuat area bawah tol itu sepi dan gelap. Situasi tersebut dapat memancing terjadinya aksi kriminalitas.
Kasi Trantib Kecamatan Krembangan Suhermansyah mengatakan, semua lapak PKL telah dibersihkan. Seluruh area juga akan ditembok. Pemagaran dilakukan oleh pihak Jasa Marga. Terkait kekhawatiran warga terhadap aksi kriminalitas, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian.
Patroli rutin setiap malam. Setelah penataan, semua aktivitas di bawah tol tidak diperbolehkan lagi. Mulai aktivitas dagang, tempat tinggal, hingga parkir kendaraan. Semua pedagang mamin direlokasi ke SWK. Namun, banyak pedagang yang menolak dipindah.
Terkait hal tersebut, solusi lain tengah dipikirkan oleh pemkot. Pihaknya memiliki wacana akan memindahkan pedagang di area sekitar Jalan Tambak Asri. Namun, tidak di bawah tol.
Area pinggir tol saat ini digunakan warga untuk parkir kendaraan. ”(Lahan) lumayan besar. Bisa menampung 20 pedagang. Koordinasi dengan pihak Jasa Marga sebagai pemilik lahan segera dilakukan,’’ ujarnya.
Jika disetujui, mereka bisa berjualan di sana. Dengan catatan, tidak ada bangunan yang permanen. Setelah jualan selesai, semua lapak dan barang dagangan harus bersih.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
