Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 04.36 WIB

Gelar Sub PIN Polio Putaran Kedua di Surabaya, Ketua TP PKK Targetkan 100.000 Lebih Imunisasi per Hari

Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani kunjungi pelaksanaan Sub PIN Polio di Posyandu Rosella di Balai RW 10, Kelurahan Ploso Timur, Kecamatan Tambaksari. - Image

Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani kunjungi pelaksanaan Sub PIN Polio di Posyandu Rosella di Balai RW 10, Kelurahan Ploso Timur, Kecamatan Tambaksari.

JawaPos.com–Pemkot Surabaya kembali menggelar Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio serentak di 31 kecamatan, Senin (19/2). Pelaksanaan Sub PIN Polio kali ini, adalah putaran kedua untuk anak usia 0-8 tahun kurang satu hari di Kota Surabaya.

SUB Pin Polio putaran kedua untuk melengkapi imunisasi Polio yang diselenggarakan pada putaran pertama, 15-21 Januari. Berdasar Surat Edaran (SE) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nomor: 400.7.7.2/2763/436.7.2/2024, Sub PIN Polio putaran kedua akan digelar selama seminggu, mulai 19-25 Februari.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengunjungi pelaksanaan Sub PIN Polio di Posyandu Rosella di Balai RW 10, Kelurahan Ploso Timur, Kecamatan Tambaksari. Dia berharap, Sub PIN Polio Putaran kedua bisa mencapai target 100.000 lebih dalam sehari. Sub PIN Polio putaran pertama, bisa sampai melebihi target 100.000 dalam sehari.

”Saya berharap semua anak-anak di Kota Surabaya mengikuti imunisasi Polio. Karena apabila terkena Polio, bisa lumpuh seumur hidupnya. Jika (imunisasi) sudah ikut, yang kedua juga harus ikut. Kalau yang pertama dapat, kemudian yang kedua nggak dapat, nanti nggak maksimal,” kata Rini.

Rini menyampaikan kepada seluruh orang tua untuk tidak khawatir atau ragu dengan imunisasi Polio. Sebab imunisasi aman bagi anak dan baik untuk mencegah kelumpuhan terhadap anak akibat penyakit Polio.

Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu menjelaskan, efek Polio akan berdampak buruk bagi anak, kalau tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Karena bila terjangkit, akan mengalami kelumpuhan total. Kelumpuhan itu akan berdampak tidak baik bagi masa depan anak-anak di Kota Surabaya.

”Ini gejalanya cukup cepat ya, langsung lumpuh itu. Terkadang, orang tua itu tidak sadar, dianggapnya penyakit biasa, padahal efeknya adalah dia lumpuh. Kalau sudah lumpuh, tidak bisa disembuhkan, itu lah yang kita hindari, kita cegah,” jelas Rini Indriyani.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, Sub PIN Polio putaran kedua itu menyasar sebanyak 329.616 anak usia 0-8 tahun kurang satu hari. Target itu sama seperti pada saat pelaksanaan Sub PIN Polio putaran pertama.

Nanik menjelaskan, Sub PIN Polio putaran kedua akan dimaksimalkan dalam satu hari, tujuannya untuk mempercepat pemutusan transmisi KLB Polio VDPV2. Pada hari pertama Sub PIN Polio putaran kedua, Pemkot Surabaya akan menyasar pos sekolah dan Balai RW per kelurahan.

”Untuk sasaran di sekolah-sekolah jumlahnya 123.928 anak. Petugas puskesmas, guru UKS, guru sekolah, dan mahasiswa, turut kami gerakkan untuk bertugas di sekolah-sekolah,” jelas Nanik.

Selain sekolah, lanjut dia, Dinkes Surabaya juga menyasar anak balita dan yang belum sekolah, melalui Posyandu di Balai RW. Total sasaran non sekolah ada 205.688 orang.

”Kami juga mengerahkan petugas puskesmas, petugas kecamatan dan kelurahan, TP PKK, Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga mahasiswa. Jadi satu tim ada 2-3 orang yang terdiri atas vaksinator dan administrator yang meng-handle 3-4 pos,” ujar Nanik Sukristina.

Nanik menambahkan, jumlah sasaran pada pelaksanaan Sub PIN Polio putaran pertama melampaui target sasaran 329.616, yakni mencapai 346.890 anak usia 0-8 tahun kurang sehari. Capaian itu tidak lepas dari kerja keras jajaran perangkat daerah (PD), kecamatan, dan kelurahan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

”Tak hanya itu, peran serta Kader Surabaya Hebat (KSH), Tim Penggerak (TP) PKK, hingga mahasiswa dari perguruan tinggi juga diperhitungkan,” terang Nanik Sukristina.

Dia menambahkan, Dinkes Surabaya juga menggiatkan strategi sweeping (penyisiran) Sub PIN Polio. Penyisiran dilakukan di berbagai tempat. Mulai pos pelayanan imunisasi balai RW, kelurahan, sekolah-sekolah, pondok pesantren, tempat-tempat umum (TTU), stasiun kereta api, terminal, mal, daycare, hingga door to door ke rumah warga.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore