Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Februari 2024 | 18.18 WIB

Dari Banjir Sepinggang Jadi Selutut, Pemkot Surabaya Bangun Tanggul dan Tinggikan Jalan Tengger Raya

Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajarannya meninjau kawasan Jalan Tengger Raya, Benowo, yang sempat tergenang. - Image

Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajarannya meninjau kawasan Jalan Tengger Raya, Benowo, yang sempat tergenang.

JawaPos.com–Pada 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan lebih fokus melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur di wilayah barat. Sebelumnya, pembangunan infrastruktur lebih banyak difokuskan di wilayah Surabaya selatan dan timur.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, salah satu fokus pembenahan infrastruktur tahun ini adalah penanggulangan banjir yang sudah terjadi belasan tahun di wilayah Kecamatan Pakal dan Benowo.

”Karena dari dulu pembangunan terfokus ke wilayah timur dan selatan. Yang barat ini dari sisi jumlah (rumah) pompa juga kurang, dan saluran juga kurang maksimal,” kata Syamsul Hariadi, Senin (19/2).

Syamsul menyatakan, pada masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pemkot lebih banyak fokus ke wilayah barat. Nah, salah satu pembenahan infrastruktur yang tengah dikerjakan pemkot di wilayah barat adalah peninggian Jalan Tengger Raya, Benowo, untuk penanggulangan banjir.

”Ini langsung kita laksanakan dan (pembuatan) tanggul juga. Sementara (tanggul) kita sandbag dulu, sehingga airnya tidak keluar ke jalan. Sambil ditanggul pakai sandbag, kemudian kita kerjakan juga tanggul (permanen) dengan batu kumbung,” ungkap Syamsul.

Selain membangun tanggul untuk menahan air, Syamsul menyebut, pihaknya juga melakukan peninggian Jalan Tengger Raya. Jalan tersebut akan ditinggikan antara 30-50 sentimeter dengan panjang sekitar 500 meter.

”Kalau tanggul sudah selesai, kita tinggikan jalan 30-50 sentimeter. Jadi mulai Jembatan Tengger itu ke arah Jalan Kandangan, sekitar 500 meter,” papar Syamsul Hariadi.

Menurut dia, pembangunan tanggul dan peninggian Jalan Tengger Raya, Benowo, direncanakan menggunakan skema swakelola. Namun, saat ini, pihaknya mulai melakukan pengurukan sandbang sebagai penahan air.

”Yang penting kita uruk dulu, jadi ada prosesnya, uruk dulu kemudian dipadatkan. Kita targetkan semua satu bulan selesai (pembangunan tanggul) sama peninggian jalan,” tutur Syamsul Hariadi.

Pada Minggu (18/2) pagi, Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajarannya meninjau kawasan Jalan Tengger Raya, Benowo, yang sebelumnya sempat tergenang pada Sabtu (17/2) malam.

Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota Eri menginstruksikan jajarannya untuk melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur menanggulangi banjir.

”Jalannya (Tengger Raya) itu terlalu rendah juga, jadi kita akan tinggikan. Nah, pada 2022 sebenarnya sudah ditinggikan jalannya. Makanya dulu yang banjir sepinggang berubah jadi selutut,” kata Cak Eri, sapaan Eri Cahyadi.

Akan tetapi, Cak Eri menyebut, peninggian Jalan Tengger Raya pada 2022, ternyata tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah banjir yang telah belasan tahun melada. Karena itu, dia meminta jajarannya untuk membangun tanggul sekaligus melakukan pengerukan bozem di wilayah tersebut.

”Jadi kita buat tanggul dan peninggian jalan (Tengger Raya). Ada juga bozem di sana kita tutup dengan pembatas (tanggul), setelah itu kita (keruk) dalamkan,” terang Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore