
Photo
JawaPos.com- Warga nelayan bakal mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 108 Tahun 2022 sebagai upaya untuk mendukung program penanganan dampak inflasi.
Perwali itu menyebutkan, kriteria penerima manfaat merupakan nelayan daerah. Salah satunya dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP). Selain itu, ada syarat khusus yang dibuktikan dengan kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka).
Camat Bulak Bambang Udi Ukoro telah berkoordinasi dengan beberapa kelurahan untuk mendata ulang warga nelayan. Khususnya yang berkaitan dengan perwali. ’’Sudah ada. Pembaruan juga sedang kami tuntaskan karena ini spesifik,’’ katanya kemarin (2/11).
Soal distribusi bantuan, Bambang mengatakan tinggal menunggu informasi lanjutan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya. Kendati demikian, pihaknya tengah menyiapkan beberapa upaya pemberdayaan lain dengan menggandeng berbagai instansi. Salah satunya, mengadakan pengecekan kesehatan khusus bagi nelayan di Bulak.
’Termasuk untuk para anak nelayan ya. Misalnya, bantuan kacamata. Kami sedang siapkan itu,’’ paparnya. Bagi dia, nelayan menjadi salah satu target untuk meningkatkan ekonomi di Surabaya.
Pada pemberitaan sebelumnya, pemerintah bakal memberikan bantuan tunai Rp 2 juta per nelayan. Namun, di Surabaya, pemkot bakal mengganti insentif tersebut dengan bantuan peralatan yang dibutuhkan para nelayan.
Sementara itu, Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiharti berharap bantuan tersebut bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir di Surabaya, khususnya nelayan. ’’Perwali tersebut khusus untuk warga nelayan. Saat ini tengah dalam pembahasan, khususnya anggarannya ya,’’ katanya.
Soal nominal bantuan tersebut, Antiek mengaku besaran anggaran masih dalam penyesuaian. Sebab, bantuan yang masuk bakal datang dari pemerintah pusat dan provinsi. Sementara itu, Pemkot Surabaya bakal melengkapi bantuan yang belum terjamah oleh pemerintah pusat dan provinsi.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, di Kelurahan Kedung Cowek terdapat 345 nelayan dari berbagai kelompok. ’’Makanya, sampai saat ini verifikasi terus kami lakukan agar tidak tumpuk,’’ jelasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
