
PERLU PENERTIBAN: Bekas wisma di eks lokalisasi Jalan Sememi Jaya Utara, Kecamatan Benowo, yang disulap menjadi laboratorium tanaman. Di kawasan itu, praktik prostitusi diam-diam masih dijumpai. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Sudah sembilan tahun wilayah Sememi Jaya di Kecamatan Benowo ditetapkan sebagai kawasan bebas lokalisasi-prostitusi. Namun, plakat yang dipasang pemkot pasca penutupan lokalisasi pada 2013 itu tampaknya tidak diindahkan pengelola bekas wisma. Aktivitas prostitusi masih berjalan dan bergeliat di sana.
Tim Jawa Pos mencoba untuk menelusuri dugaan adanya aktivitas prostitusi di kawasan tersebut. Salah satunya, di Sememi Jaya Gang I. Begitu masuk gang, ada beberapa pria paro baya yang seolah menyambut.
Mereka duduk di sebelah kiri jalan. Jarak tempat pria paro baya itu duduk-duduk tidak jauh dari jalan raya. Kurang lebih 100 meter dari bibir gang. Para pria paro baya itu melambaikan tangan kepada setiap pria yang melintas.
Terutama pria yang bukan warga setempat. Ketika berhenti, pria paro baya itu melontarkan satu pertanyaan khas makelar atau calo. ’’Golek cewek ta, Bos,” ucap pria berkaus hitam itu.
Begitu diiyakan, ada pria tua yang membantu untuk parkir motor. Si calo tadi mengantarkan ’’calon pembeli” ke dalam salah satu wisma. Dari luar, wisma bercat hitam itu terlihat seperti bangunan kosong. Pintu terkunci dari luar.
Begitu masuk, ada dua ruangan yang harus dilewati. Yakni, ruangan besar seperti aula. Atau, lebih tepatnya ruang tamu. Kondisinya gelap. Tidak ada penerangan sama sekali. Setelah melewati ruangan gelap itu, ada ruang tengah yang terang benderang. Di sisi kanan dan kirinya terdapat pintu kamar seperti kos-kosan. Total ada delapan kamar di dalam wisma tersebut.
Di ruang tengah itu, sudah duduk beberapa perempuan ber-make-up tebal. Mereka mengenakan pakaian serbamini. Perempuan-perempuan itu merupakan pekerja seks komersial (PSK). Calon pembeli disuruh memilih. Tarifnya sama. ’’Rp 190 ribu selama satu jam. Nanti parkirnya Rp 10 ribu,” kata si calo tadi.
Ternyata, tidak hanya satu wisma yang masih aktif beroperasi secara diam-diam. Berdasar informasi yang dihimpun tim Jawa Pos, total ada sembilan wisma yang masih aktif. Letaknya di Sememi Jaya Gang I dan Gang III.
Semuanya beroperasi dengan sistem yang sama. Yakni, menggunakan calo. Di Sememi Jaya Gang III, pintu wisma tidak hanya dikunci. Ada yang digembok dari luar. Di dalam sudah ada beberapa perempuan muda hingga paro baya yang menunggu pelanggan. ’’Aman. (Kalau ada patroli, Red) paling cuma keliling,” kata seorang calo di Sememi Jaya Gang III.
Dinda (bukan nama sebenarnya), salah seorang PSK di Sememi Jaya Gang I, mengakui bahwa wisma tempat dirinya bekerja dikelola seorang pemilik tempat hiburan malam di Jalan Raya Manukan–Benowo. Biasanya PSK di wisma tersebut juga ’’diperbantukan” menjadi ladies companion (LC).
Perempuan 35 tahun itu mengaku hampir tidak pernah ada petugas yang melakukan razia. Baik dari kepolisian maupun satpol PP. ’’Selama ini aman. Pokoke kalau ada apa-apa ya nanti pasti ada yang tanggung jawab toh,” ucapnya dengan santai.
Ketua RW 1 Kelurahan Sememi Mahfud mengaku tidak tahu dan tidak mau tahu adanya aktivitas prostitusi di Sememi Jaya Gang I dan III. Dia menyatakan, lokalisasi sudah ditutup dan tidak dibuka lagi. ’’Gak onok. Wes buyar,’’ ucapnya.
Mahfud yakin kampungnya sudah bersih dari aktivitas prostitusi. Warganya juga kompak menolak adanya lokalisasi di wilayah Sememi. ’’Kami sama-sama berkomitmen untuk menjaga lingkungan tempat tinggal dan anak-anak kami,’’ katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
