
GOTONG ROYONG: Belasan warga Dusun Bantengan, Desa Nyawangan, kerja bakti membersihkan material longsor yang menutupi jalan, Senin (24/10). FAJAR RAHMAT ALI WARDANA/JAWA POS RADAR TULUNGAGUNG
JawaPos.com – Selain banjir, bencana longsor dan tanah gerak kini menjadi salah satu ancaman yang terjadi selama musim hujan di wilayah Jatim. Berdasar rilis Kementerian ESDM, potensi bencana itu ada di 33 kabupaten/kota.
Dari seluruh wilayah rawan itu, sedikitnya 10 kabupaten/kota memiliki potensi bencana longsor tinggi. Sementara itu, daerah lainnya masuk kategori potensi sedang hingga rendah. Makin banyaknya alih fungsi lahan jadi salah satu pemicu meluasnya daerah rawan longsor.
’’Dari data yang dikeluarkan Kementerian ESDM, 70 persen kabupaten/kota memiliki potensi tanah gerak atau longsor,’’ ujar Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jatim Dino Andalananto kemarin.
Dia menjelaskan, potensi longsor maupun tanah gerak itu rawan terjadi di wilayah dataran tinggi. Sebagian di antaranya berada di sekitaran kawasan permukiman. Dengan demikian, jika bencana itu terjadi, penduduk di wilayah tersebut rawan diungsikan.
Saat ini, kata Dino, pemprov dan pemerintah kabupaten/kota sudah memetakan kawasan-kawasan rawan longsor itu. ’’Sebagai upaya siaga untuk meminimalkan potensi dampak bencana,’’ katanya.
Banyaknya wilayah potensial longsor di Jatim saat ini sudah tak terhindarkan. Masifnya alih fungsi lahan, terutama di wilayah perbukitan, menjadi salah satu pemicu utama.
Pakar bencana ITS Amien Widodo menyatakan, fenomena alih fungsi lahan itu sudah terlihat cukup masif sejak awal 2000-an. Makin banyak hutan alami yang pohon-pohonnya ditebangi. ’’Bukan hanya longsor, hutan gundul mengakibatkan erosi tanah tinggi. Mengakibatkan sedimentasi tanah di sungai makin tebal. Efeknya di dataran rendah terjadi banjir,’’ katanya.
Karena itu, sudah waktunya ada kesepakatan antar pemerintah daerah perihal penetapan hutan alami. ’’Agar tanah di pegunungan tak gampang longsor, harus ada kesepakatan bersama wilayah mana saja yang jadi hutan alami,’’ paparnya.
Hingga kemarin, sejumlah bencana longsor masih melanda sejumlah daerah di Jatim. Terakhir, terjadi di kawasan Gunung Banyon, Ponorogo. Akibatnya, 260 warga dari 96 KK harus mengungsi.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo Hadi Susanto menjelaskan, material longsor meluncur 1 kilometer dari titik longsor. ’’Saat ini BPBD fokus ke pos pengungsian. Pemerintah membuka dapur umum, ada tim kesehatan dari puskesmas dan TNI yang mengecek kesehatan pengungsi secara berkala,’’ ujarnya.
Di Tulungagung, efek dari longsor yang terjadi di 13 titik di Kecamatan Sendang masih begitu terasa. Yang paling parah terjadi di Desa Nyawangan. Material longsoran masih menutupi sebagian jalan. Warga bergotong royong membersihkannya. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan.
’’Kami belum bisa mencari solusi jangka panjang untuk mengantisipasi bencana longsor. Kami bersihkan dulu material yang menutupi jalan. Sambil menunggu cuaca membaik untuk pembersihan total,’’ kata Kepala Desa Nyawangan Yoko Dwi Mukarom.
Longsor di wilayah itu memang paling parah. Bahkan, tiga warga harus kehilangan nyawa akibat terseret longsor.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
