
TERUS DIGARAP: Alat berat dioperasikan untuk menggarap proyek saluran di Jalan Karimunjawa, Surabaya, Rabu (18/10). Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pengerjaan proyek saluran di beberapa titik. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Proyek penanggulangan banjir belum tuntas. Di sana sini masih tampak tumpukan material box culvert di pinggir jalan. Pada beberapa titik di tengah kota, galian saluran masih menyisakan lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Salah satunya terlihat di Jalan Kranggan. Di sana masih tampak material box culvert yang menumpuk. Kondisinya belum ditanam ke saluran. Bahkan, tumpukan box culvert juga terlihat sampai di Jalan Arjuno. ’’Sudah lama seperti ini. Tampaknya dibiarkan begitu saja,’’ kata Andi Laksono, salah seorang warga, Rabu (18/10).
Proyek penanggulangan banjir juga belum tuntas di Jalan Raya Demak. Kondisinya sama. Banyak material box culvert yang belum ditanam. Kondisi itu meninggalkan lubang galian yang lebar dan dalam. Molornya pekerjaan dikhawatirkan bisa berakibat target bebas banjir tidak tercapai. ’’Kami khawatir karena hujan sudah turun tiap hari,’’ kata anggota Komisi C DPRD Surabaya Sukadar.
Dia menyampaikan, harus ada upaya serius dari dinas sumber daya air dan bina marga (SDABM) untuk bisa menuntaskan proyek dengan cepat. Misalnya, meminta kontraktor untuk menambah tenaga kerja. ’’Harus dikerjakan siang-malam,’’ ujarnya.
Pihaknya memahami bahwa semua proyek penanggulangan banjir ditargetkan tuntas pada 10 Desember. Itu berlaku di 55 lokasi pekerjaan. Hal tersebut sesuai perjanjian kontrak dengan rekanan. Namun, Sukadar mengatakan bahwa tidak ada salahnya bagi pemkot mengebut pekerjaan. ’’Progres saat ini sekitar 70 persen,’’ ungkap Sukadar.
Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati mendorong pemkot untuk segera menuntaskan raperda tentang penanggulangan banjir. Saat ini DPRD melalui badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda) sedang menyusun daftar inventarisasi masalah (DIM). Itu seiring dengan turunnya alokasi anggaran Rp 1 miliar untuk kajian banjir.
’’Penyusunan DIM ini harus akurat berdasar data aktual di lapangan,’’ kata Aning.
Saat ini, jelas dia, setidaknya masih terdapat 117 titik lokasi banjir. Setiap hujan lebat, lokasi tersebut kebanjiran. Genangan air sulit surut karena saluran tidak mampu menampung debit air. ’’Raperda ini akan menjadi road map untuk tuntaskan titik banjir ini,’’ tandas alumnus Jurusan Teknik Lingkungan ITS itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
