Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2024 | 00.15 WIB

Hasil Evaluasi Dalam Seminggu Penerapan Bayar Parkir Pakai QRIS di Surabaya

Foto Barcode QRIS dalam metode pembayaran parkir nontunai di Kota Surabaya. (Radar Surabaya) - Image

Foto Barcode QRIS dalam metode pembayaran parkir nontunai di Kota Surabaya. (Radar Surabaya)

 
JawaPos.com - Sudah seminggu sejak diberlakukannya pembayaran tarif parkir nontunai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak awal Februari lalu, Kamis (8/2). Masyarakat masih beradaptasi dengan kebijakan baru tersebut.
 
Hal ini membuat Dinas Perhubungan (Dishub) terus mengevaluasi program tersebut. Kepala Dishub Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru terus memantau kebijakan ini sejak dimulai serentak di 322 titik dari ribuan lokasi yang sudah dipetakan.
 
Saat praktik di lapangan, pihaknya tidak menemukan adanya kendala. Tetapi mayoritas pengguna jasa parkir masih membayar secara tunai.
 
 
"Kita menilai masyarakat juga perlu beradaptasi dengan peralihan tunai ke nontunai," jelas Iswan, dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Kamis (8/2).
 
Dari sejumlah warga masih memilih membayar parkir secara tunai lantaran sebagian dari mereka belum terbiada membayar menggunakan QRIS, terutama pada orang tua.
 
"Tahap awal memang kita berikan skema ini (tunai, Red)," katanya, dikutip dari Radar Surabaya.
 
Iswan menjelaskan bahwa skema tunai untuk sementara waktu sudah disepakati bersama.
 
Namun, pemkor masih memastikan parkir nontunai tetap berjalan secara bertahap.
 
Tundjung mengungkap bahwa di seluruh titik akan diberlakukan parkir nontunai.
 
 
"Nanti selurugnya pakai QRIS, perlu waktu," tuturnya, dikutip dari Radar Surabaya.
 
Dishub telah memiliki upaya yang persuasif untuk mendorong peralihan menuju ke kebijakan parkir nontunai.
 
Pihak dishub telah menggencarkan sosialisasi pemakaian voucer pengganti uang tunai dan rencananya akan menambah titik penjualan voucer.
 
"Sementara masih Taman Bungkul dan area Balai Kota Surabaya," ujar Tundjung.
 
Tundjung berencana untuk menambah di delapan titik baru, sehingga totalnya akan menjadi 10 lokasi penjualan voucer parkir.
 
Menurut Kepala Dishub Surabaya, cara tersebut sudah mampu memberikan kemudahan untuk pengguna parkir di tepi jalan umum mendapatkan alat pembayaran yang sudah ditentukan oleh pemkot.
 
"Karena kita ingin menghapus pembayaran parkir tunai. Voucer ini pengganti uang tunai, jadi mereka secara perlahan mulai beradaptasi dengan metode pembayaran selain uang. Bertahap dari voucer kemudian terbiasa menggunakan QRIS," jelas Tundjung Iswandaru, dikutip dari Radar Surabaya.
 
 
Kepala UPT Parkir Dishub Kota Surabaya, Jeanne Mariane Taroreh juga menyebutkan hal yang serupa.
 
Ia masih mendapatkan laporan bahwa masih banyak warga yang membayar parkir secara tunai, namun persentasenya masih dihitung.
 
Jeanne mengungkapkan bahwa saat ini penambahan titik penjualan voucer masih dimatangkan dan ada beberapa usulan lokasi penjualan.
 
Terutama yang berada di fasilitas publik dan sering dipakai oleh warga yang berkumpul misalnya, taman, terminal, dan fasilitas umum lainnya.
 
"Teknisnya, dishub akan menyerahkan voucer itu ke toko atau kios yang ditunjuk. Ini masih dimatangkan sambil menunggu evaluasi QRIS," pungkas Jeanne.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore